
YOGYAKARTA – Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan kerja dari Universitas Indonesia Maju (UIMA) pada Senin (12/1). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka benchmarking terkait pengelolaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPA).
Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai 1 Gedung FMIPA UII ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua universitas. Dari pihak UIMA, hadir Rektor UIMA Dr. Astrid Novita, SKM., MKM., Dekan FIKES UIMA Nina, SKM., M.Kes., Ph.D., dan Sekretaris Universitas Leli Nurlaeli, S.Pd., M.Pd.
Kedatangan tim UIMA disambut hangat oleh Sekretaris Jurusan Farmasi UII, Prof. apt. Suci Hanifah, M.Si., Ph.D., didampingi Ketua PSPA Dr. apt. Farida Hayati, M.Si., serta jajaran koordinator pembelajaran dan praktik kerja (PKPA) di lingkungan Farmasi UII.
Dalam sambutannya, Rektor UIMA, Dr. Astrid Novita, menyampaikan bahwa alasan utama memilih Farmasi UII sebagai tujuan benchmarking adalah reputasi UII yang telah diakui secara nasional.
“Kami percaya UII adalah barometer PSPA yang berkualitas. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Kami telah menyiapkan daftar pertanyaan, khususnya mengenai persiapan akreditasi serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Kami sudah memiliki gedung OSCE untuk keperawatan, namun kami ingin mempelajari lebih dalam bagaimana standar OSCE yang spesifik untuk PSPA,” ujar Dr. Astrid.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jurusan Farmasi UII, Prof. apt. Suci Hanifah, memaparkan perjalanan panjang Farmasi UII yang berdiri sejak 1998, diikuti pembukaan PSPA pada tahun 2002. Ia menjelaskan transformasi institusi dari akreditasi A hingga berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul. Secara rinci dijelaskan bahwa Program Studi Magister Farmasi meraih predikat unggul dalam akreditasi perdana di tahun 2023, sementara Prodi Sarjana dan Apoteker meraih Akreditasi Unggul secara pada tahun 2024. Selain itu, UII juga telah mengembangkan Program Internasional sejak 2021 dan pada tahun ini, Insya Allah, Program Studi S3 Farmasi UII akan mulai beroperasi.
“Tahun ini, Insya Allah kami akan segera menjalankan Program Studi S3 Farmasi UII. Fokus kami adalah pengembangan internal terlebih dahulu, terutama kualitas dosen,” jelas Prof. Suci.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan mitra dalam mencapai kesuksesan. Beliau pun membuka peluang kolaborasi bagi dosen-dosen UIMA untuk melanjutkan studi doktor di UII. “Kesuksesan kita tidak terlepas dari mitra. Kami terbuka bagi dosen-dosen UIMA yang membutuhkan studi S3 melalui skema kolaborasi riset dengan sistem Promotor dan Co-Promotor dari kedua universitas,” tambahnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antara UIMA dan Jurusan Farmasi UII sebagai bentuk simbolis kerja sama. Agenda inti diisi dengan presentasi komprehensif oleh Ketua PSPA UII, Dr. apt. Farida Hayati, yang memaparkan pengelolaan akademik, kurikulum, tata kelola, hingga ketersediaan sumber daya manusia di PSPA UII. Sebagai penutup rangkaian acara, para tamu dari UIMA diajak melakukan kunjungan langsung ke Gedung OSCE untuk melihat fasilitas dan simulasi ujian praktik bagi calon apoteker yang diterapkan di lingkungan Farmasi UII.





















