Mawapres

Prodi S1 Farmasi Panen Juara di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UII

 

                Tiga orang mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Program Sarjana, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Islam Indonesia (UII) sukses memborong gelar juara dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas. Mereka antara lain Andika Wahyu Wardana (Juara 2), Ilya Marsya Rohila (Juara Harapan 1), dan Adinda Putri Rahmah (Juara Harapan 2). Mereka bertiga lolos final bersama dua orang mahasiswa Prodi Farmasi lainnya, yaitu Yasmin Awalia dan Rabbani Milata Hanifa Aufin.

                Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si., Ketua Jurusan Farmasi, FMIPA, UII, mengaku bersyukur atas capaian mahasiswa pada kompetisi mahasiswa paling bergengsi di level Universitas tersebut. “Prestasi yang diukir 3 orang mahasiswa tersebut sudah melampaui target yang dipatok oleh Jurusan”, tandas Prof. Yandi. Jurusan Farmasi UII memang cukup serius mempersiapkan delegasi dalam Pilmapres tahun 2022 ini. Salah satu buktinya adalah pembentukan tim pendampingan dengan koordinator Shubhi Mahmashony Harimurti, S.S., M.A.

                Penilaian yang dilakukan terhadap peserta Pilmapres memang sangat komprehensif. Mahasiswa tidak hanya diminta menonjolkan satu bidang saja, tapi banyak hal. Mulai dari Capaian Unggulan (CU) yang berisi portofolio selama menjadi mahasiswa yang berbobot 55%, pembuatan makalah Gagasan Kreatif tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan persentase 35%, dan 10 persen diambil dari presentasi mengenai salah satu isu TPB lain yang berbeda dengan artikel sebelumnya dalam Bahasa Inggris.

                CU yang dikoleksi oleh Andika patut diapresiasi. Lelaki asli Teluk Kuantan, Riau ini mengumpulkan angka 305, paling tinggi di antara semua finalis. Berturut-turut nilai total yang didapatkan oleh kafilah Farmasi sebagai berikut: Andika (450,175), Ilya (434,375), dan Adinda (407,9). Secara terpisah, Shubhi menyatakan bahwa acungan jempol layak diberikan kepada para juara. Karena mereka mampu memahami berbagai isu TPB. Jadi TPB bukan hanya monopoli rumpun Desain dan Rekayasa saja, tapi mahasiswa Farmasi pun pemahamannya luar biasa. (SM)

Jurusan Farmasi – Jurusan Farmasi melaksanakan kegiatan Roadshow dan Temu Alumni pada tanggal 18-22 Maret 2022. Tema besar dari agenda ini adalah pengabdian masyarakat dan promosi kesehatan. Adapun perwakilan tim dari Jurusan Farmasi yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Pimpinan Jurusan, beberapa perwakilan Dosen, Tendik Kependidikan, dan dua tim esozim. Roadshow hari pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2022, bertempat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan dua pembicara. Pertama, apt. Saepudin, M.Si., Ph.D., yang membawakan presentasi tentang “Farmasi Klinis: Tantangan Farmasis dalam Memberikan Jaminan Pelayanan Kefarmasian serta Informasi Obat”, presentasi kedua dibawakan oleh Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. mengenai “Kosmetologi: Jaminan Keamanan dan Kehalalan Produk Kosmetik.

Roadshow pada hari pertama, setelah diadakan di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur juga diadakan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Dua pembicara dari Jurusan Farmasi dalam sesi ini, pertama adalah apt. Yulianto, S.Farm., M.PH., dengan materi mengenai “Farmasis sebagai Salah Satu Pilihan Karir di Masa Depan dan Remaja sebagai Agent of Change Penggunaan Obat yang Benar”. Kemudian dilanjutkan oleh apt. Hady Anshory T, S.Si., M.Sc. dengan materi mengenai “Pharmapreneur Berdaya dan Bermanfaat dengan Tanaman Obat Indonesia.”

Pada tanggal 19 Maret, agenda roadshow dilanjutkan di Universitas Mulia Balikpapan. Adapun dua pembicara pada roadshow ini, pertama dibawakan oleh Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. dengan materi mengenai “Nanoteknologi: Trend Formulasi Sediaan Farmasi di Masa Depan”, dilanjutkan oleh pembicara kedua, apt. Ardi Nugroho, S.Farm., M.Sc. dengan materi mengenai “Virtual Lab for Fun Learning”.

Agenda roadshow di hari ketiga dilaksanakan di SMA IT Auliya dengan pembicara, Shubhi Mahmashony Harimurti, S.S., M.A., yang membawakan materi mengenai “Farmasis sebagai Salah Satu Pilihan Karir di Masa Depan dan Remaja sebagai Agent of Change Penggunaan Obat yang Benar. Kemudian di hari terakhir pada tanggal 22 Maret acara roadshow dilaksanakan di SMAN 2 dan 5 Samarinda dengan perwakilan pembicara dan materi yang sama dengan hari sebelumnya pada tanggal 21 Maret.

Alhamdulillah acara Roadshow dapat berjalan dengan lancar, begitupula acara Temu Alumni yang menjadi kesempatan baik bagi Jurusan Farmasi untuk kembali menyapa para alumni. Harapannya acara ini bisa dapat memberi banyak manfaat serta menjadi jembatan untuk mempererat ukhuwah antara Jurusan Farmasi UII dengan Instansi yang dikunjungi.

 

Sumpah Apoteker Maret 2022

 

Profesi Apoteker – Jum’at, 18 Maret 2022 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan acara Pengambilan Sumpah Apoteker untuk Angkatan ke 38. Pengambilan sumpah apoteker pada periode ini dapat kembali dilaksanakan secara luring dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube FMIPA UII. Acara dilaksanakan di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir dan turut dihadiri oleh beberapa tamu undangan yaitu, Rektor UII, Dekan FMIPA UII, Pimpinan Jurusan Farmasi UII bersama jajaran, Komite Farmasi Nasional (KFN), Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Pembukaan sidang terbuka dilakukan oleh Dekan FMIPA, Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D, dan dilanjutkan dengan Laporan Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dr. apt.,Farida Hayati, M.Si. Alhamdulillah pada angkatan ini, FMIPA UII telah meluluskan 74 Apoteker, di antaranya 1 lulusan memperoleh predikat Summa Cum Laude, 29 lulusan memperoleh predikat Cum Laude, 33 lulusan memperoleh predikat sangat memuaskan, dan 11 lulusan memperoleh predikat memuaskan.

Pelaksanaan Pengucapan Lafal Sumpah dipimpin oleh Ketua Komite Farmasi Nasional (KFN), apt. Drs. Purwadi, M.M., M.E., didampingi oleh petugas rohaniawan. Acara selanjutnya adalah pemanggilan dan penyerahan sertifikat profesi, sertifikat kompetensi apoteker, serta penandatanganan surat sumpah. Penyerahan sertifikat profesi lulusan Cum Laude dilakukan oleh Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., untuk penyerahan Sertifikat Kompetensi Apoteker (SKA) dilakukan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Noffendri, S.Si., dan penandatanganan serta penyerahan surat sumpah dilakukan oleh Drs. Purwadi, M.M., M.E.

Penyerahan sertifikat profesi lulusan reguler dilakukan oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII, Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyerahan Apoteker baru oleh Ketua Jurusan Farmasi FMIPA UII, diserahkan kepada Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Hendy Ristiono, MPH dan Kepala Dinas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, apt. Dra. Henny Aprita Rahayuning, M.Si.

Setelah rangkaian acara inti selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan penutupan sidang oleh Dekan FMIPA UII. Kemudian disambung dengan penyampaian sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KFN, apt. Drs. Purwadi, M.M, M.E. Sambutan kedua, disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Indoensia, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Pin Emas kepada Apoteker berprestasi terbaik angkatan 38 Semester Ganjil TA 2020/2021, yang disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Indonesia, disambung dengan penyerahan penghargaan CDC Award dari PT. Catur Dakwah Crane Farmasi kepada Apoteker berprestasi akademik terbaik yang akan diserahkan oleh Dekan FMIPA UII. Adapun Apoteker berprestasi akademik terbaik angatan 38 ini adalah apt. Dinda Muji Nurhandini, S.Farm.

Sebuah kesyukuran yang sangat luar biasa, pelaksanaan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan 38 tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Terakhir, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Bpk. Ahmad Sadzali, L.c., M.H. Kami, segenap keluarga besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan. Selamat menjalankan pengabdian ke masyarakat dan semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada seluruh lulusan untuk mengemban amanah baru sebagai Apoteker.

Webinar PM Internasional

Jurusan Farmasi – Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) ‘Aisyiyah Taiwan untuk mengadakan webinar dengan tema “Vaksin Covid 19 dan Booster : Masihkah Diperlukan Saat Ini?”. Acara berlangsung pada hari Ahad, 6 Maret 2022 melalui aplikasi zoom meeting. Adapun peserta yang berpartisipasi, terdiri dari dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum. Pada kesempatan ini panitia acara menghadirkan dua pembicara yang sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu Dr. apt. Arba Pramundita Ramadani, M.Sc. dan dr. Nur Huda Hasmar yang merupakan pengurus PCIA Taiwan sekaligus dokter yang saat ini berdomisili di Taiwan. Dr. apt. Arba membawakan materi mengenai “Kondisi Covid-19 saat ini, Vaksin Covid-19, dan Macam Booster Vaksin”, sedangkan dr. Huda dalam sesi kedua menyampaikan mengenai “Resiko Tanpa Vaksin/ Booster dan Kebijakan Vaksinasi Covid 19 di Taiwan.”

Acara webinar dibuka dengan sambutan dari perwakilan PCIA dan Ketua Jurusan Farmasi yang diwakilkan oleh Sekretaris Jurusan Farmasi, apt. Ari Wibowo, M.Sc. Dalam sambutan, apt. Ari menyampaikan bahwa webinar ini merupakan program rutin pengabdian masyarakat Jurusan Farmasi UII. Khususnya dalam kesempatan ini, Jurusan Farmasi menggandeng PCIA untuk berkolaborasi menyelenggarakan webinar dengan tema khusus mengenai vaksinasi. Mengingat bahwa tema ini merupakan kebutuhan yang cukup urgent bagi masyarakat untuk mengedukasi dan memberi pencerahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi.

Webinar ini secara tidak langsung juga telah menjadi ruang diskusi terbuka khususnya bagi peserta yang masih ragu dan kurang pengetahuan mengenai program vaksinasi. Harapannya, peserta yang menghadiri acara webinar ini dapat membawa ilmu yang disampaikan oleh narasumber ke luar untuk kembali mengedukasi masyarakat secara luas. Lebih detail lagi, acara ini diharapkan mampu mencapai tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin dan booster vaksin covid-19, kedua adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang covid-19, resiko covid-19 bagi kesehatan, vaksinasi, dan booster covid-19. Kemudian tujuan yang ketiga adalah, terkhusus bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di wilayah Taiwan, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai implementasi program vaksin dan booster di wilayah setempat.

Alhamdulillah acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini memperoleh respon positif dari peserta. Hal ini dibuktikan dengan adanya feedback dari peserta bahwa tema yang diusung pada webinar kali sangat sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat yang masih terus survive untuk menghadapi wabah ini.

Summer Course Magister

Program studi Magister Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan sosialisasi pengenalan big data bertemakan “Summer Course Introduction Of Big Data In Pharmaceutical Research”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting  selama 3 hari, yaitu pada tanggal 22-24 Februari 2022. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan lebih mendalam terkait big data, terutama dalam penelitian bidang farmasi.

Big data sendiri merupakan sebuah kumpulan data yang lebih besar dan kompleks, terutama dari sumber data baru. Jumlah data yang besar ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah bisnis yang sebelumnya sulit untuk ditangani. Big data juga dikenal sebagai sebuah konsep tentang kemampuan kita untuk mengumpulkan, menganalisa, dan mengerti jumlah data yang cukup besar yang datang setiap harinya.

Kepala Jurusan Farmasi UII, Prof. apt. Yandi Syukri, M.Si berharap ke depannya kegiatan-kegiatan seperti Summer Course ini dapat diadakan secara rutin. Hal tersebut sebagai upaya agar liburan para mahasiswa diisi dengan kegiatan yang produktif dan berdampak positif membuka wawasan baru bagi mahasiswa.

Ia menambahkan, bahwa dengan diadakannya Summer Course tersebut dapat menarik minat peserta terkait “Big Data” yang merupakan salah satu bidang data dalam menyambut perkembangan teknologi industri 4.0, terutama di bidang penelitian farmasi.

Kegiatan Summer Course hari pertama memperkenalkan data dan jenis data yang terdapat pada sistem BPJS, terutama di bidang kesehatan dan farmasi.

Narasumber yang hadir adalah Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D., seorang dosen UII dan dr. Donny Hendrawan, M. P. H, Deputi Direksi Bidang Manajemen Data dan Informasi BPJS Kesehatan.

Pada awal sesi, Dhomas Hatta Fudholi memberikan pengenalan terkait big data. Pengenalannya tersebut menjadi pemantik ide dan inovasi khususnya di bidang farmasi. “Target yang coba kita penuhi adalah sesuatu yang dapat memantik, menjadi basis/landasan, serta dapat memunculkan inovasi dan ide yang dapat tersalurkan melalui Big Data”, ucapnya.

Dalam pemaparannya terkait big data, ia memberikan cara menggunakan atau mengaplikasikan big data untuk dimanfaatkan dalam penelitian bidang farmasi. Menurutnya dalam penggunaan big data ini sangat memudahkan penelitian di bidang farmasi. Big data memungkinkan pengguna dapat lebih mudah mengelola datanya, terutama data farmasi.

Meskipun secara teori tidak mudah untuk menggunakan big data, namun dengan diadakannya Summer Course ini diharapkan semakin banyak orang yang tertarik memahami big data secara perlahan-lahan.

Di akhir sesi Donny Hendrawan juga turut memberikan pemaparannya terkait big data, terutama data kesehatan dan farmasi di BPJS Kesehatan. Ada beberapa hal yang ia jelaskan, mulai dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Ekosistem Digital JKN, Pengelolaan dan Pemanfaatan Data, dan Key Takeaway.

Pada intinya, penggunaan big data pada sistem BPJS Kesehatan memberikan banyak kebermanfaatan. Mulai dari kemudahan dalam menemukan data hingga strukturisasi data yang terorganisir dengan baik. (JR/ESP)

Sumber: https://www.uii.ac.id/kenal-lebih-dekat-big-data-bersama-magister-farmasi-uii

Kuliah perdana Mahasiswa Angkatan 40 Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) dilaksanakan pada Rabu 3 Februari 2022. Acara ini merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk memberikan pembekalan sekaligus pengenalan lingkungan PSPA UII untuk mahasiswa baru. Acara kuliah perdana turut dihadiri oleh Dekan FMIPA UII, Ketua dan Sekretaris Jurusan Farmasi, Ketua Program Studi Farmasi, dan Ketua Program Studi Profesi Apoteker. Kuliah perdana tahun ini diselenggarakan secara tatap muka di Auditorium KH. Abdul Kahar Mudzakir.

Acara diawali dengan sambutan dan pembukaan kuliah perdana secara simbolis oleh Dekan FMIPA UII, Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. Dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa PSPA UII merupakan program studi yang unggul. PSPA UII memiliki apa yang tidak dimiliki oleh PSPA Universitas lainnya. Prof Riyanto berpesan agar seluruh Mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan proses studi di PSPA UII secara sungguh-sungguh. Setelah sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan al-Qur’an secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda dimulainya perkuliahan untuk Mahasiswa baru PSPA UII angkatan 40.

Acara kedua yaitu penyerahan beasiswa dari PSPA UII oleh Ketua Jurusan Farmasi yang diwakilkan oleh Sekretaris Jurusan Farmasi, apt. Ari Wibowo, M.Sc. Adapun nama-nama mahasiswa penerima beasiswa PSPA UII tahun 2022 adalah sebagai berikut:

No Nama Beasiswa yang Diterima
1 Sepvita Dewi Astuti, S.Farm. Rp 10.000.000,-
2 Putri Monica Timora Madjowa, S. Farm. Rp 7.500.000,-
3 Dinda Kalista Wisdaningrum, S.Farm. Rp 7.500.000,-
4 Putri Arifa Ayu Damayanti, S.Farm. Rp 5.000.000,-
5 Ega Astiana Nuzul Wahyuni, S.Farm. Rp 5.000.000,-

Acara yang ketiga adalah sesi alumni berbagi inspirasi bersama apt. Aji Martdiana, S.Farm, yang dimoderatori oleh apt. Yulianto, M.Ph. apt. Aji merupakan alumni PSPA UII yang saat ini menjadi Chief Research and Development di PT Deltomed Laboratories dan menjadi Ketua Serikat Pekerja PT Deltomed Laboratories. Sesi alumni berbagi inspirasi dalam acara ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa baru PSPA UII untuk bisa mengenal lebih dekat kiprah alumni. Sesi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk meningkatkan semangat belajar dan berprestasi agar bisa meneladani serta mengikuti jejak alumni pada tahun sebelumnya.

Setelah berakhirnya sesi alumni berbagi inspirasi, terakhir adalah penjelasan akademik oleh Ketua Progam Studi Profesi Apoteker, Dr. apt. Farida Hayati, M.Si. Pada kesempatan ini Dr. Farida mengenalkan kembali secara lebih detail mengenai profil PSPA UII, selain itu beliau juga menjelaskan secara terperinci hal-hal yang berkaitan dengan akademik untuk mendukung proses studi mahasiswa.

Pada tahun ini ada sebanyak 70 mahasiswa yang diterima di PSPA UII. Mahasiswa yang diterima adalah mereka yang berhasil lolos administrasi dan mengikuti tahapan tes seleksi yang terdiri dari tes agama dan kefarmasian serta tes wawancara dan OSCE. Alhamdulillah seluruh mahasiswa baru PSPA UII angkatan 40 dapat menghadiri Kuliah Perdana dan bisa mengikuti setiap rangkaian acaranya dengan semangat dan antusiasme yang luar biasa. Semoga rekan-rekan mahasiwa baru PSPA UII angkatan 40 dapat mengkhatamkan studi di PSPA UII dengan baik dan bisa meraih jenjang karir sesuai dengan harapannya masing-masing. Aamiin.

Dosen Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII), Dr. apt. Arba Pramundita Ramadani, M.Sc berhasil mencatatkan namanya ke dalam World Top 100 Medical and Health Sciences Scientist 2022 versi website Ad Scientific Index. Ia masuk dalam jajaran 100 peneliti terbaik bidang ilmu medis dan kesehatan menurut pemeringkatan bergengsi tersebut.

Ad Scientific Index (Alper-Doger Scientific Index) merupakan sistem analisa pemeringkatan performa para peneliti dari berbagai negara yang membuat sebuah penelitian atau riset tentang ilmu pengetahuan. Sistem ini dikembangkan oleh Prof. Dr. Murat ALPER (MD) dan Associate Prof. Dr. Cihan DÖĞER (MD) dengan menggunakan nilai total dari i10 index, h-index, dan skor sitasi peneliti pada Google Scholar selama 5 tahun terakhir.

Arba Pramundita Ramadani menuturkan awalnya ia tidak menyadari jika dirinya menjadi salah satu dari 100 ilmuwan kesehatan berpengaruh di dunia. “Saya tidak pernah tahu kalau ada pemeringkatan karena mungkin penilaian tersebut memang berbasis dari publikasi yang dilakukan, jadi kalaupun ada pemeringkatan saya tidak pernah tahu tentang hal itu kalau tidak ada yang memberitahukan kepada saya”, ungkapnya.

“”Sebenarnya ini bermula saat saya melakukan riset S3 terkait pengobatan malaria. Tingkat keterbaruan penelitian cukup tinggi sehingga bisa dipublikasikan ke jurnal internasional yang bereputasi dan banyak disitasi”, jabarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa prestasi tersebut merupakan dampak dari kerja kontinyu dan konsistensi dalam menjalankan kewajiban Catur Dharma UII, yakni pendidikan, pengabdian masyarakat, penelitian, dan juga dakwah Islamiyah. Melakukan publikasi riset secara internasional dan nasional merupakan aktivitas rutin yang dilakoninya. Maka dari itu semakin banyak melakukan publikasi di jurnal internasional bereputasi akan berdampak positif karena akan lebih banyak orang di dunia yang menggunakan sitasi dari hasil publikasi tersebut.

Ia berharap prestasi ini juga berdampak ke masyarakat. “Saya mengambil prinsip untuk menjadi orang yang bermanfaat, saya ingin dengan bidang yang saya tekuni ini bisa menjadi bermanfaat bagi banyak orang. Jadi tidak hanya membuat penelitian menulis makalah yang mungkin hanya akademisi yang paham akan tetapi kita bisa translasikan ke dalam kehidupan agar dapat berguna di masyarakat”, imbuhnya.

Pada akhir sesi, Arba Pramundita Ramadani berpesan kepada mahasiswanya tentang pentingnya sikap pantang menyerah. “Jangan mudah menyerah, kita berada dalam kehidupan yang semuanya tidak pasti, kalau kita sudah menyerah dengan keadaan maka kita tidak akan maju. Seperti Al-Qur’an sudah menjelaskan bahwa kerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, setelah selesai 1 pekerjaan pindah ke pekerjaan lain, dan ingat janji Allah bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan”, pesannya.

Ia menambahkan “Intinya tetap berjuang, termotivasi, jangan mudah menyerah, karena sebenarnya UII memiliki jaringan yang sangat luas dan dengan aktif mencari informasi, banyak bantuan yang bisa didapatkan sebagai mahasiswa di UII””. (JR/ESP)

Sumber: www.uii.ac.id/dosen-farmasi-uii-masuk-top-100-peneliti-dunia-bidang-ilmu-medis-dan-kesehatan

Tiga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pidato pengukuhan di Gedung Auditorium K.H. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, pada Selasa (25/1). Ketiga Guru Besar tersebut yakni Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si., Prof. Ar. Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D., I.A.I., dan Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. Rapat Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar UII ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan peserta undangan terbatas.

Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika Prof. apt. Yandi Syukri menyampaikan pidato berjudul Nanoherbal Sebagai Upaya Pengembangan Teknologi Formulasi Obat dari Bahan Alam: Kajian Terhadap Sejarah Pengobatan Islam Menuju Pengobatan Modern. Sementara Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Arsitektur, Prof. Ar. Noor Cholis Idham menyampaikan pidato dengan judul Menuju Tradisi Baru untuk Keselamatan Bangunan Hunian di Bumi Indonesia. Di tempat yang sama, Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Prof. Jaka Nugraha, memaparkan pidato berjudul Perkembangan Analisis Data Kategori dan Tantangan di Era Big Data.

Prof. apt. Yandi Syukri dalam pidatonya mengemukakan Integrasi Sains-Islam dapat dijadikan untuk menghilangkan dikotomi antara agama dengan sains. Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran dapat dijadikan sebagai payung pengetahuan atau sumber inspirasi ilmu pengetahuan. “Allah Swt. dengan kebesaran dan kekuasaan-Nya telah menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk berbagai macam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat,” paparnya.

Guru Besar Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII ini menyampaikan, seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanaman obat perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki kualitas bahan bakunya, salah satunya dengan meningkatkan kelarutan bahan baku obat herbal ke dalam air. Peningkatan kelarutan ini diharapkan mampu mengoptimalkan efek terapi yang diharapkan.

Nanofarmasetika (nanomedicine) merupakan salah satu metode terkini untuk yang telah terbukti efektif untuk memperbaiki kelarutan dan efek terapi dari obat-obat yang berasal dari bahan alam terutama ekstrak dan isolatnya. “Teknologi solid-SNEDDS berperan untuk mengubah ekstrak kental yang sukar larut dalam air menjadi suatu serbuk yang larut dalam air. Produk dalam bentuk serbuk ini lebih stabil dalam jangka waktu yang lama serta lebih mudah untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi seperti kapsul dan tablet,” terang Prof. apt. Yandi Syukri.

Prof. apt. Yandi Syukri mencontohkan, beberapa riset yang telah dikembangkan untuk pengembangan produk nanoherbal adalah andrografolid (isolate dari tanaman sambiloto) untuk pengobatan diabetes melitus. Propolis nanoherbal mampu membentuk larutan yang jernih apabila diteteskan ke dalam air. Menurutnya, produk ini berbeda dengan produk yang ada di pasaran yang masih keruh apabila didteskan ke dalam air. Aktivitas antibakteri dan immunostimulant nanoherbal propolis lebih baik dibandingkan propolis biasa.

“Nanoherbal sebagai produk immunostimulant yang dikembangkan saat ini adalah dari ekstrak meniran, jahe dan temulawak. Selain itu produk nanopartikel emas juga prospek untuk dikembangkan sebagai sedian kosmetika untuk mencegah penuaan dini dan sebagai pemutih. Saat ini sudah dilakukan penelitian pembuatan sediaan serum dan krim nanopartikel emas memanfaatkan ekstrak daun tin dan ekstrak jahe,” paparnya.

Sementara dikemukakan Prof. Ar. Noor Cholis Idham, Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Arsitektur Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, bumi Indonesia yang kaya sumber daya alam juga mengandung potensi kebencanaan yang sangat tinggi akibat gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Gempa bumi akan selalu terjadi di bumi nusantara sebagai fenomena alam yang wajar. “Secara tradisi, manusia Indonesia sejak dahulu sudah berhasil hidup damai dengan alam dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Rumah tradisional lama sudah dibangun ribuan tahun secara trial and error agar manusia tidak menjadi korban bencana,” terangnya.

Prof. Ar. Noor Cholis Idham menjelaskan, pengaturan (paugeran), larangan (pamali), dan mitos, adalah cara tradisi agar mudah diikuti. Namun kini tradisi telah berganti. Rumah bambu dan kayu telah berubah menjadi rumah batubata dan beton bertulang yang dibangun dengan keterbatasan. Rumah tidak lagi dibangun sesuai alamnya atau mengikuti standar teknis yang ada sehingga banyak menelan korban jiwa dan harta benda berulangkali. Menurutnya, tradisi baru hunian masyarakat harus kembali diarahkan pada cara-cara bermukim yang aman terhadap bencana.

“Rakyat tidak dapat lagi dibiarkan membangun dengan caranya sendiri. Pemerintah dan ahli harus terlibat di setiap tahap setelah ataupun jauh sebelum kejadian alam terjadi. Pemahaman teknis hunian harus difahamkan kepada masyarakat sedini mungkin pada pedoman sosial ataupun pendidikan formal. Dengan demikian tradisi baru dapat dijalankan untuk dapat lebih menyelamatkan jiwa dan harta manusia,” tutur Prof. Ar. Noor Cholis Idham.

Pidato terakhir disampaikan oleh Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Jurusan Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII, Prof. Jaka Nugraha. Ia mengemukakan, manusia sudah ditakdirkan mempunyai kemampuan merekam data di dalam otaknya dan mengolahnya menjadi informasi. Manusia memiliki kemampuan mengenali, mengidentifikasi, mengelompokan sampai dengan mencari pola hubungan dan memprediksi.

Dengan statistika, menurut Prof. Jaka Nugraha kemampuan dasar manusia tersebut dapat dioptimalkan dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Statistika dikembangkan sebagai metodologi mengumpulkan data, menganalisis dan mengekstraksi data untuk mendapatkan informasi dalam situasi ada ketidakpastian dan variasi. “Metode analisis statistik sangat tergantung pada sifat data, apakah data bersifat numerik (kuantitatif) ataukah bersifat kategori (kualitatif),” paparnya.

Prof. Jaka Nugraha menjelaskan, analisis data kategorik telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam penelitian ilmiah di berbagai bidang seperti biostatistik, ekonomi, psikologi, sosiologi dan kesehatan maupun transportasi. Data kategori direpesentasikan atau dikuantifikasi ke dal am nilai frekuensi dan proporsi. Analisis yang umum dilakukan adalah (1) inferensi parameter proporsi menggunakan uji eksak dan uji pendekatan normal, (2) mengukur asosiasi antar variabel menggunakan analisis crosstab dan model log-linear, (3) pemodelan data menggunakan pendekatan Generalized Linear Model (GLM) dan Discrete Choice Model (DCM).

“Analisis data kategori mayoritas pengembangan metodenya menggunakan pendekatan data kontinu dan masih ditemukan beberapa keterbatasan sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Keterbatasan dari aspek interpretasi kuantitatif atas ukuran asosiasi termasuk interpretasi parameter dalam model log-linear. Kerselarasan uji parsial, uji goodness of fit dan nilai pseudo R-square pada regresi logistik serta masalah komputasi ketika diterapkan pada big data,” tandas Prof. Jaka Nugraha.

Sumber : www.uii.ac.id/tiga-guru-besar-uii-sampaikan-pidato-pengukuhan

Jurusan Farmasi – Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kunjungan ke Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada hari Kamis, 16 Desember 2021. Tujuan utama daripada kunjungan ini adalah sebagai ajang silaturrahmi dan memperkuat hubungan kerjasama antara Faramasi UII dan Farmasi ITB. Dalam kunjungan ini, Farmasi UII turut memberangkatkan Ketua Jurusan Farmasi, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si., Sekretaris Jurusan apt. Ari Wibowo, S.Farm., M.Sc. dan perwakilan dosen Farmasi lainnya.

Penerimaan kunjungan dari perwakilan Farmasi UII oleh Sekolah Farmasi ITB bertempat di Ruang Edukatorium, Labtek VII. Kegiatan kunjungan diawali dengan sesi perkenalan antara kedua universitas dilanjutkan dengan presentasi oleh perwakilan Sekolah Farmasi ITB mengenai profil Sekolah Farmasi ITB secara umum dan penjelasan mengenai kegiatan akademik yang ada di dalamnya. Kemudian disambung dengan sesi diskusi mengenai beberapa topik, di antaranya adalah: 1) Strategi untuk meningkatkan animo calon mahasiswa; 2) Perbedaan antara kelas reguler dan internasional; 3) Akreditasi ASIIN; 4) Kiat-kiat pengelolaan program magister Farmasi; dan 5) Praktikum online.

Kunjungan Farmasi UII disambut dengan sangat hangat oleh perwakilan Sekolah Farmasi ITB. Setelah sesi diskusi, perwakilan Farmasi UII mendapat kesempatan untuk tour laboratorium guna mengenal lebih dekat fasilitas praktikum dan penelitian yang dimiliki oleh Sekolah Farmasi ITB. Kemudian terakhir ditutup dengan penyerahan cidera mata oleh masing-masing pihak dan foto bersama. Alhamdulillah, acara kunjungan ini dapat berjalan dengan lancar. Harapannya, melalui momentum ini Farmasi UII dan Farmasi ITB dapat bersinergi dengan baik dan bekerjasama secara kontinu untuk perkembangan Jurusan Farmasi yang lebih baik.

 

Mahasiswa-Farmasi-Raih-Prestasi-2021
Mahasiswa-Farmasi-Meraih-Prestasi-2021

                                                Mahasiswa-Farmasi-Meraih-Prestasi-2021

Tim mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) yang beranggotakan Ilya Marsya Rohila, Andika Wahyu Wardana, dan Iffa Tsabita Rahmadanti Suganda berhasil meraih medali emas dalam gelaran International Green Inovation Competition for Sustainable Campus (IGICSC) 2021. Kompetisi lintas negara ini dihelat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Thaha, Jambi.

Mengambil tema “Green Islam; Islamic environmental ethics and technological innovation in dealing with environmental problems” dalam kompetisi level Asia Tenggara tersebut, Ilya Marsya Rohila mengawali presentasinya di babak final dengan mengutip QS an-Nisa ayat 9. Sebuah landasan berpikir yang menjadi pelecut pelestarian sebagai bentuk menyelamatkan generasi selanjutnya dari kerusakan lingkungan.

Judul karya yang dibawakan tiga orang mahasiswa UII angkatan 2019 ini adalah “Clayyis as an Alternative Environmental Friendly Soap in Purifying Najis Mughaladhah”. Meskipun disebutkan ada produk sabun, tetapi sejatinya poin pentingnya terletak pada kelestarian lingkungan. Sabun yang diberi nama ‘Clayyis’ tersebut adalah sarana untuk mewujudkan sustainability. Empat indikator lingkungan berkelanjutan yang dicapai antara lain pengendalian limbah laboratorium, pengurangan emisi karbon, pereduksian energi listrik, hingga penjagaan ekosistem kampus.

Jalannya kompetisi internasional ini terdiri atas dua tahapan, yaitu penyisihan dan babak final. Peserta lolos final diumumkan pada Ahad 19 Desember 2021. Tidak sampai 18 jam kemudian, di hari Senin 20 Desember 2021 putaran final dilaksanakan. Tiga mahasiswa UII yang tergabung dalam Tim Clayyis tersebut bersaing dengan tiga kelompok peserta dari Brunei Darussalam dan dari Indonesia untuk mendapatkan prestasi terbaik. Pengumuman dilakukan pada Kamis 23 Desember 2021 melalui Zoom Meeting.

Shubhi Mahmashony Harimurti, S.S., M.A. selaku pembimbing menyatakan bahwa raihan yang dicapai tersebut membuktikan bahwa sustainability campus bukan hanya tanggung jawab unit tertentu di UII, tapi semua pihak termasuk mahasiswa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Laboratorium Teknologi Farmasi UII, khususnya Ibu apt. Siti Zahliyatul Munawiroh, Ph.D. dan Bapak Hartanto yang telah mengizinkan serta mengarahkan mahasiswa dalam pembuatan produk sabun sehingga dapat digunakan sebagai bukti komitmen UII dalam lingkungan keberlanjutan,” tandas Shubhi yang juga merupakan Kepala Bidang Akademik dan Organisasi, Badan Perencanaan dan Pengembangan/Rumah Gagasan/Sustainability Office UII. (https://www.uii.ac.id/mahasiswa-farmasi-uii-raih-medali-emas-di-igicsc-2021/)