Program Internasional – Program Studi (Prodi) Farmasi Program Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan acara Global Future Pharmacist Competition secara daring pada Jumat, 15 Oktober 2021. Acara ini terdiri dari dua agenda utama yaitu Webinar Global Mindset in Distruptive Era dan Olimpiade Farmasi. Global Future Pharmacist Competition berlangsung sejak tanggal 3-10 Oktober dengan peserta yang terdiri dari Siswa SMA/SMK Sederajat Kelas XI dan XII se-Indonesia.

Ketua Prodi Farmasi, apt. Saepudin, M.Si., Ph.D. dalam sambutannya saat Technical Meeting 10 Oktober lalu menyampaikan berpesan agar para peserta mengikuti semi final dan final around dengan sebaik-baiknya serta menjunjung sportivitas dan integritas. Disampaikannya juga bahwa walaupun kegiatan ini merupakan kompetisi, tapi harus dilandasi dengan sikap yang baik. “Sebuah kompetisi sudah pasti ada yang menang dan kalah, namun pada prinsipnya menang dengan hati yang tunduk, kalah dengan kepala yang tegak. Jika menang tetap tawadhu, kalah tidak kemudian menjadi rendah diri dan frustasi.” terangnya.

Setelah sambutan dari Ketua Prodi Farmasi UII, disambung dengan kata pengantar yang disampaikan oleh Ketua penyelenggara, apt. Yulianto, MPH. atau yang akrab disapa dengan Romo Sukir. Kemudian penyampaian peraturan dan teknis pelaksanaan lomba disampaikan oleh apt. Annisa Fitria, M.Sc.

Webinar

Program Studi Farmasi dalam Webinar Global Mindset in Distruptive Era menghadirkan tiga pembicara, dua di antaranya adalah Alumni Program Studi Farmasi UII. Ketiga pembicara tersebut adalah apt. Fajar Prasetya, Ph.D, Wahyuni S Fitri, S. Farm, dan apt. Audrey Clarissa. Seluruh rangkaian acara Global Future Pharmacist Competition berjalan dengan lancar dan acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk terus bersemangat dalam berkarya dan menebar manfaat. (Husna/Lindung)

Sarjana Farmasi – Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Islam Indonesia mengadakan Studium Generale untuk mahasiswa baru dengan tema “Teguhkan Langkah untuk Berkarya sebagai Apoteker di Era Disrupsi”. Studium Generale ini merupakan bagian dari rangkaian acara penyambutan Mahasiswa baru Prodi Farmasi yang sudah dilaksanakan sejak 2 Oktober lalu. Acara Studium Generale yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Oktober 2021 ini dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa.

Pada acara ini Prodi Farmasi menghadirkan tiga pembicara dari alumni. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh apt. Achmad Fitriyanto, S. Farm dengan judul “Tips Sukses Apoteker di Industri Farmasi”. Sesi kedua, materi dibawakan oleh apt. Taufik Ismail, S.Farm dengan judul “Sukses Menjadi Apoteker di Komunitas.” Sesi ketiga, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai “Sukses Menjadi Apoteker di BPOM” yang dibawakan oleh apt. Fauziyah Ridho, M.Si. Harapannya setelah terselenggaranya rangkaian acara ini, mahasiswa baru Prodi Farmasi memiliki spirit baru untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan dapat menginternalisasikan keilmuan yang sudah didapat dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang menunjang prestasi akademik maupun non akademik.

Studium Generale dapat terselenggara dengan sukses dan cukup meriah. Hal ini dilihat dari antusias dan interaksi aktif seluruh peserta. Melalui acara ini mahasiswa baru Prodi Farmasi diharapkan mampu meneladani jejak para alumni Farmasi yang saat ini sudah sukses berkiprah. Terakhir, sebagai penutup apt. Saepudin, M.Si., Ph.D. berpesan kepada seluruh mahasiswa agar Bersiap untuk Berkarya di Era yang Penuh Tantangan. (Husna)

Proses penyuntikan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh Nakes Rumah Sakit Bhayangkara Polda D.I. Yogyakarta

Jurusan Farmasi – Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar vaksinasi Covid-19 secara masal untuk masyarakat umum pada Rabu, 22 Safar 1443 H/29 September 2021. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacist Day) di bulan September. Kegiatan vaksinasi ini bekerjasama dengan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Sleman dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D. menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Jurusan Farmasi dalam menanggulangi pandemi Covid-19 dengan membentuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). “Agenda ini merupakan bentuk pengabdian Jurusan Farmasi FMIPA UII kepada bapak/ibu semua untuk mendukung cita-cita pemerintah mengoptimalkan 70% warga Indonesia telah divaksin hingga akhir tahun 2021. Insya Allah,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pelaksanaan program pengabdian ini sangat tepat dilakukan. Menurutnya Jurusan Farmasi UII sebagai penyedia layanan pendidikan yang bergerak di bidang kesehatan dalam hal ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan ketersediaan vaksin di masa pandemi. Selain itu juga pengabdian masyarakat ini dapat menciptakan sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua PC IAI Sleman apt. Deddy Setyono, S.Farm. menyampaikan harapannya agar program vaksinasi massal tersebut dapat berjalan lancar tanpa ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami keluarga PC IAI Sleman bersama Jurusan Farmasi FMIPA UII dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, karena ini merupakan program vaksinasi pertama dari PC IAI Sleman,” tuturnya.

Deddy juga menyarankan agar masyarakat tidak terpengaruh pada simpang-siur pemberitaan vaksinasi yang cenderung mengarah pada hoax atau sekedar menakut-nakuti. “Kita bisa mencari informasi pada sumber yang dapat dipercaya, mari kita saring dan screening informasinya agar dinamika pandemi Covid-19 ini bisa kita atasi bersama-sama.” terangnya.

Antusiasme masyarakat dan panitia atas terlaksananya program vaksinasi massal ini begitu terlihat. Terbukti dari 1.000 kuota vaksin Sinovac yang sudah disediakan, panitia memutuskan untuk menambah 800 dosis vaksin tambahan. Peserta vaksinasi terlihat sudah memenuhi antrean sejak pukul 08.00 WIB. Setelah mendapatkan vaksin, para peserta diberikan handwash dan hand sanitizer yang merupakan produk dari program hibah ELO UII-Erasmus yang dikembangkan dari hasil uji laboratorium Jurusan Farmasi. (Lindung)

 

Sarjana Farmasi – Sabtu, 18 September 2021 kemarin Program Studi (Prodi) Farmasi mengadakan Lokakarya Evaluasi tahun ajaran genap 2020/2021 dan Persiapan Partikum Tahun ajaran semester ganjil 2021/2022. Acara ini dimulai pada waktu pukul 8.00 WIB sampai dengan Pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Dosen dan Laboran Jurusan Farmasi UII secara daring.

Pada awal acara, apt. Saepudin, M.Si., Ph.D . Selaku Ketua Prodi Farmasi berkesempatan memberikan sambutan dan secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa seluruh dosen dan laboran harus lebih siap menyongsong semester ganjil 2021/2022 karena adanya mahasiswa asing pada program internasional. Selain itu ia juga menegaskan bahwa segala kebutuhan yang ada di laboratorium harus segera terpenuhi dan dimasukan dalam RKAT 2022.

Pada sesi selanjutnya setiap dosen dan laboran memasuki room yang telah disediakan berdasarkan Kelompok Keilmuan (KK) masing-masing. Selama 2 jam masing KK diminta membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk masing masing praktikum yang akan diampu. Pada saat inilah setiap individu memeliki peran aktif dalam perumusan RPS Parktikum yang akan digunakan semester ganji 2021/2022. Selanjutnya, masing-masing KK mempersentasikan hasil perumusan pada saat sesi presentasi yang dilaksanakan setelah istirahat, pada sesi ini semua presentasi menjabarkan hasil rumusannya selama 20 menitan. Setelah semua KK melakukan presentasi, diadakan diskusi dan tanya jawab.

Pada akhir acara, apt. Ari Wibowo, M.Si. selaku Sekretaris Jurusan menghimbau kepada para peserta lokarya untuk menjaga kesehatan dan tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai dosen, laboran maupun Tendik. (Rosyidin)

Proster kegiatan Workshop Pengayaan Skill Penelitian dan Publikasi bagi mahasiswa angkatan 2018

 

Sarjana Farmasi – Selama empat hari Program Studi (Prodi) Farmasi membekali Mahasiswa angkatan 2018 dengan Skill Penelitian dan Publikasi. Kegiatan ini bertajuk “Workshop Pengayaan Skill Penelitian dan Publikasi bagi mahasiswa angkatan 2018”. Acara ini dimulai pada tanggal 6 Safar 1443 H/13 September 2021 dan diakhiri tanggal 9 Safar 1443 H/16 September 2021. Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswa mengikuti acara ini. Mereka nampak antusias dalam mengikuti acara yang diselenggarakan secara daring ini.

Pada awal acara, apt. Saepudin, M.Si., Ph.D. selaku Ketua Prodi Farmasi berkesempatan memberikan sampbutan dan membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penyusunan proposal dan penyelesaian penelitian, terutama penelitian tugas akhir serta publikasi hasil penelitian. Harapannya supaya mahasiswa menjadi lebih siap untuk melakukan penelitian dan menyusun naskah skripsi dan publikasi dengan baik, dan tentunya dapat lulus tepat waktu.

Pemaparan Materi

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini. Pada hari pertama (13/9) dua dosen dari Jurusan Farmasi, apt. Arde Toga Nugraha, M.Sc. dihadirkan untuk menyampaikan tentang bagaimana penggunaan SIM Tugas Akhir Farmasi. Sedangkan Dr. apt. Asih Triastuti, M.Pharm. menyampaikan bagaimana memmanajemen sebuah penelitian.

Hari kedua workshop (14/9), selaku narasumber sesi pertama apt. Saepudin, M.Si., Ph.D. memaparkan tentang Analisis statistik dalam penelitian bidang farmasi. Dilanjutkan pada sesi kedua dengan pemaparan materi dari apt. Suci Hanifah, M.Si, Ph.D. yang menyampaikan tentang Literature review.

Untuk membekali mahasiswa dalam menyusun proposal maupun laporan, pada hari ketiga (15/9) menghadirkan narasumber Achmad Rossy Cendana, A.Md. Pada kesempatan ini banyak membahas tentang bangaimana Optimaliasi  software office khususnya pengolah kata dan spreadsheet. Hal ini diperlukan guna pengolahan data dan penulisan naskah skripsi mahasiswa. Pada akhir rangkaian kegiatan di hari keempat (16/9), mahasiswa semakin antusias dengan tema kegiatan yang bertajuk “Toxic Relationship” dengan menghadirkan Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. sebagai narasumber. (Habib)

Proster Webinar Pemanfaatan Big Data dalam Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan

 

Magister Farmasi – Program Studi Farmasi Program Magister Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar webinar dengan tema Pemanfaatan Big Data dalam Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan. Webinar ini berlangsung Sabtu, 26 Muharam 1443 H/4 September 2021 sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB secara daring. Lebih dari 1.000 terdaftar sebagai peserta webinar ini, dari mulai praktisi, umum, termasuk Mahasiswa Magister Farmasi. Tingginya jumlah peserta yang mengikuti acara ini, menunjukkan tingginya ketertarikan dan kebutuhan akan pemanfaatan big data dalam pelayanan kesehatan.

Penyelenggaraan webinar  ini tidak lepas dari tujuan yang ingin dicapai oleh Prodi Magister Farmasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapabilitas peserta dalam memahami big data, isu kesehatan, dan pelayanan. Selain itu juga diharapkan Prodi Farmasi Program Megister kedepan  dapat mencetak lulusan yang siap dengan Era 4.0 dan Society 5.0, serta memiliki kemampuan pilihan pedagogi (siap menjadi dosen dan pimpinan PT yang sesuai tantangan era baru).

Narasumber

Dua Narasumber yang dihadirkan pada webinar ini berasal dari Indonesia dan Malaysia. Narasumber pertama, dr. Anas Ma’ruf, MKM. saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam pemaparannya dirinya banyak menyampaikan tentang pemanfaatan data dan kebijakan dalam pelayanan kesehatan. mengungkapkan bahwa dalam bidang kesehatan, Indonesia mulai berbenah dengan menyediakan pusat data informasi melalui pengelolaan kementerian kesehatan.

Sedangkan Narasumber kedua, Assoc Prof Dr Che Suraya yang merupakan Dean of Faculty of Pharmacy IIUM. Pada materi kedua ini ia membawakan materi tentang Real World Data: Improving Patient’s Outcomes and Optimising Decision Making. Assoc Prof Dr Che Suraya dikenal sebagai seorang yang menekuni bidang big data dalam pelayanan farmasi memberikan pelajaran baik dari Malaysia tentang pemanfaatan big data di rumah sakit. Dalam penyampaiannya ia menjelaskan bahwa berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan teknologi yang terjadi. Menurutnya hal ini memacu perkembangan big data dan data sains.

Ketua Prodi Magister Farmasi, apt. Suci Hanifah, SF, M.Si., Ph.D memberikan pernyataannya di luar acara. Disampaikannya bahwa teknologi dan kemajuan big data memungkinkan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital dan biologi dengan cara yang fundamental. Menurutnya keberadaan data pada tingkat hulu ini memberikan kesempatan pada tingkat hilir fasilitas kesehatan untuk dapat menggunakan beberapa data base dan monitoring pasien secara real time. Hal ini mengarah pada pentingnya kompetensi tenaga kesehatan yang mampu membangun, menggunakan dan menginterpretasikan pemanfaatan data. “Bersama Magister Farmasi UII, memungkinkan apoteker dan tenaga kesehatan menguasai pengelolaan data.” ungkapnya. (Wahyu)

Jurusan Farmasi FMIPA UII menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk talkshow berjudul Pendidikan Kefarmasian di Era New Normal pada Selasa 27 Juli 2021. Acara diselenggarakan secara daring menggunakan media zoom meeting. Selaras dengan topik talkshow ini maka mayoritas peserta adalah pendidik terdiri dari perwakilan dosen dari Perguruan Tinggi Farmasi (PTF) yang bermitra dengan Jurusan Farmasi UII dan alumni Farmasi UII yang berprofesi sebagai dosen di PTF lain. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk berbagi pengalaman tentang pengelolaan Jurusan Farmasi, penyusunan kurikulum dan pengembangan metode pembelajaran di Farmasi.

Pembukaan acara sekaligus sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. selaku Ketua Jurusan Farmasi UII. Beliau menuturkan tentang pemerataan kualitas PTF di Indonesia yang belum tercapai. Salah satu indikator bahwa kualitasnya belum merata adalah masih adanya PTF di Indonesia yang terakreditasi C. Berawal dari kondisi riil PTF di Indonesia tersebut maka Jurusan Farmasi UII terdorong untuk berbagi pengalaman terkait pendidikan kefarmasian melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran PTF mitra Jurusan Farmasi UII dan alumni Farmasi UII yang berprofesi sebagai dosen di PTF lain. Realita terkait ketimpangan kualitas PTF di Indonesia juga ditangkap Jurusan Farmasi UII sebagai peluang untuk mendirikan Program Magister Farmasi (S2 Farmasi). Program Magister Farmasi UII mempunyai beberapa keunggulan, salah satunya adalah mata kuliah pedagogi yang akan membekali lulusannya dengan kompetensi terkait penyusunan kurikulum, pengembangan inovasi pembelajaran, dan penjaminan mutu pendidikan di bidang farmasi.

Narasumber

Narasumber pertama pada talkshow ini adalah apt. Saepudin, Ph.D. yang merupakan ketua Program Studi Farmasi UII. Beliau menyampaikan materi berjudul ‘Implementasi Outcome Based Education (OBE) di Masa Pandemi Covid-19’. OBE merupakan pendekatan untuk mengimplementasikan kurikulum yang telah digunakan secara global. Konsep utama OBE adalah kurikulum disusun berdasarkan profil lulusan yang akan dihasilkan. Profil lulusan ditetapkan berdasarkan visi dan misi institusi, tuntutan pengguna lulusan, dan regulasi pemerintah. Profil lulusan atau yang sering disebut dengan Program Educational Objective (PEO) akan dijabarkan menjadi Capaian Pebelajaran Lulusan (CPL). Selanjutnya CPL akan dikaji untuk menetapkan mata kuliah dan jumlah sks. OBE diterapkan dalam bentuk model pembelajaran Student Centered Learning (SCL). Bentuk pembelajaran SCL antara lain yaitu project based learning, problem based learning, team based learning, dan sebagainya.

Narasumber berikutnya adalah Ketua Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) UII yaitu Dr. apt. Farida Hayati, M.Si. Beliau memaparkan ‘Pengembangan dan Implementasi Problem Based Learning (PBL) di PSPA UII’. Senada dengan penyampaian dari narasumber pertama, PBL merupakan salah satu metode pembelajaran dengan pendekatan SCL. Karakteristik PBL yaitu constructive learning, collaborative learning, contextual learning, dan self directed learning. Selaras dengan karakteristik tersebut maka sistem PBL sangat sesuai untuk digunakan di jenjang profesi apoteker karena kurikulum PSPA lebih berorientasi pada peningkatan kemampuan praktik profesi mahasiswa.

Akhir Acara

Antusiasme peserta selama mengikuti acara talkshow Pendidikan Kefarmasian di Era New normal sangat menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber saat berlangsungnya sesi tanya-jawab. Jurusan Farmasi UII memberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi untuk peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Acara diakhiri dengan pemaparan profil Magister Farmasi UII yang disampaikan oleh apt. Suci Hanifah, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Magister Farmasi UII. Beliau menyampaikan bahwa Magister Farmasi UII memiliki beberapa keunggulan yang belum dimiliki oleh Magister Farmasi lain yang sudah lebih dahulu ada. Keunggulan pertama yang diangkat oleh Magister Farmasi UII yaitu mencetak lulusan yang siap dengan era 4.0 dan society 5.0 melalui big data dan Internet of Things (IoT) untuk pengembangan di bidang kesehatan khususnya bidang farmasi. Keunggulan berikutnya adalah membekali lulusan dengan kemampuan pedagogi, sehingga lulusan Magister Farmasi memiliki kompetensi sebagai pendidik (dosen). (Nuraini)

Program Studi Farmasi Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan kuliah pakar guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswanya, yang diikuti oleh kurang lebih 150 mahasiswa dari 3 kelas kewirausahaan.

Sabtu (19/6) melalui media zoom acara dibuka secara langsung oleh apt. Saepudin, M.Si., Ph.D. selaku Kaprodi Farmasi UII. Beliau menuturkan “kuliah tamu kali ini mewakili mata kuliah Kewirausahaan Bidang Distribusi Produk Farmasi, beliau juga berharap peserta dapat menyerap apa yang akan disampaikan oleh narasumber dengan seksama. Supaya nantinya mendukung tercapainya CPL dan CPMK yang berkaitan dengan wirausaha, apalagi trend saat ini wirausaha dikalangan generasi muda sangat tinggi”, terangnya.

Narasumber pada kesempatan ini yaitu apt. M. Arif Rahman, S.Farm., beliau berprofesi sebagai apoteker pada PBF PT. Merapi Utama Pharma dan juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Seminat Farmasi Distribusi (HISFARDIS) PD IAI DIY. Beliau memaparkan, “penerapan CDOB dalam menjalankan bisnis pedagang besar farmasi sangatlah penting, sehingga proses perizinan, persyaratan, kewajiban, dan standar usahan PBF harus beran-benar diperhatikan”.

Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mahasiswa, Prodi Farmasi juga memberikan beberapa doorprize yang dibagikan untuk mahasiswa. Pelaksanaan kuliah pakar kali ini bertujuan supaya mahasiswa memiliki wawasan terkait persyaratan pendirian PBF, prosedur pendirian PBF, serta prinsip-prinsip CDOB dan penerapannya di PBF. (Habib)

Program Studi (Prodi) Magister Farmasi saat ini telah resmi dibuka sebagai Prodi baru di Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII). Prodi Magister Farmasi menjadi Prodi pascasarjana kedua di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII. Jurusan Farmasi menandai pembukaan prodi barunya dengan mengadakan acara webinar tingkat nasional. Acara launching ini diadakan pada hari Sabtu, 1 Dzulqaidah 1442 H / 12 Juni 2021 dan berlangsung sejak pagi hingga siang hari secara daring.

Acara launcing yang dibalut dengan webinar tingkat nasional ini menghadirkan Prof. Dr. apt. Daryono H.T., M.Sc.Eng. dan DR. dr. Rizaldy Pinzon, M.Mkes., Sp.S. Meskipun secara daring acara ini cukup meriah. Terpantau sekitar lima ratus peserta mengikuti acara ini. Peserta yang ikut terdiri dari para Dekan dan Ketua Jurusan di lingkungan UII, Preseptor Profesi Apoteker, alumni, dan Dosen FMIPA UII. Dalam acara ini turut dihadiri juga oleh Rektor dan Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII.

Ketua Jurusan Farmasi, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. memberikan sambutan di awal acara. Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa syukurnya dan mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang telah ikut bekerja keras sehingga prodi baru di jurusannya ini dapat berdiri. “Saya mengucap syukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membatu hingga saat ini.” ucapnya. Selain itu dalam kesempatannya ia juga menyampaikan beberapa hal tentang prodi barunya ini. Antara lain tentang visi, misi, tujuan, dan target ke depan yang akan coba diraih oleh  Program Studi Magister Farmasi di awal berdirinya ini.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, M.Sc., Ph.D. menyambut baik atas dibukanya Prodi Magister Farmasi ini. Dengan menaruh harapan besar, ia berharap agar ke depan Prodi Magister Farmasi ini dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik sehingga dapat ikut memecahkan permasalahan yang ada saat ini. “Dengan mengharap ridho dari Allah SWT semoga dengan kehadiran program studi baru ini dapat memecahkan masalah yang ada dengan menghasilkan SDM yang berkualitas.” ungkapnya.

Program Studi Magister Farmasi saat ini telah resmi menjadi salah satu program pascasarjana di lingkungan UII. Dosen Senior Jurusan Farmasi, apt. Suci Hanifah, M.Si., Ph.D. mendapatkan amanah menjabat sebagai Ketua Prodi pertama yang memimpin prodi baru ini. Saat ini Prodi Magister Farmasi telah membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga pertengahan Agustus tahun ini.

Prodi Magister Farmasi juga mendapatkan ucapan selamat dari Ketua Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Drs. Nurul Falah Eddy dan Direktur Produksi PT. Kimia Farma, apt. Drs. Andi Prazos, MBA. Ucapan ini didapatkan melalui sebuah kiriman video yang diputar saat acara. (Lindung)