Tiga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pidato pengukuhan di Gedung Auditorium K.H. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, pada Selasa (25/1). Ketiga Guru Besar tersebut yakni Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si., Prof. Ar. Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D., I.A.I., dan Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. Rapat Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar UII ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan peserta undangan terbatas.

Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika Prof. apt. Yandi Syukri menyampaikan pidato berjudul Nanoherbal Sebagai Upaya Pengembangan Teknologi Formulasi Obat dari Bahan Alam: Kajian Terhadap Sejarah Pengobatan Islam Menuju Pengobatan Modern. Sementara Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Arsitektur, Prof. Ar. Noor Cholis Idham menyampaikan pidato dengan judul Menuju Tradisi Baru untuk Keselamatan Bangunan Hunian di Bumi Indonesia. Di tempat yang sama, Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Prof. Jaka Nugraha, memaparkan pidato berjudul Perkembangan Analisis Data Kategori dan Tantangan di Era Big Data.

Prof. apt. Yandi Syukri dalam pidatonya mengemukakan Integrasi Sains-Islam dapat dijadikan untuk menghilangkan dikotomi antara agama dengan sains. Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran dapat dijadikan sebagai payung pengetahuan atau sumber inspirasi ilmu pengetahuan. “Allah Swt. dengan kebesaran dan kekuasaan-Nya telah menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk berbagai macam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat,” paparnya.

Guru Besar Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII ini menyampaikan, seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanaman obat perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki kualitas bahan bakunya, salah satunya dengan meningkatkan kelarutan bahan baku obat herbal ke dalam air. Peningkatan kelarutan ini diharapkan mampu mengoptimalkan efek terapi yang diharapkan.

Nanofarmasetika (nanomedicine) merupakan salah satu metode terkini untuk yang telah terbukti efektif untuk memperbaiki kelarutan dan efek terapi dari obat-obat yang berasal dari bahan alam terutama ekstrak dan isolatnya. “Teknologi solid-SNEDDS berperan untuk mengubah ekstrak kental yang sukar larut dalam air menjadi suatu serbuk yang larut dalam air. Produk dalam bentuk serbuk ini lebih stabil dalam jangka waktu yang lama serta lebih mudah untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi seperti kapsul dan tablet,” terang Prof. apt. Yandi Syukri.

Prof. apt. Yandi Syukri mencontohkan, beberapa riset yang telah dikembangkan untuk pengembangan produk nanoherbal adalah andrografolid (isolate dari tanaman sambiloto) untuk pengobatan diabetes melitus. Propolis nanoherbal mampu membentuk larutan yang jernih apabila diteteskan ke dalam air. Menurutnya, produk ini berbeda dengan produk yang ada di pasaran yang masih keruh apabila didteskan ke dalam air. Aktivitas antibakteri dan immunostimulant nanoherbal propolis lebih baik dibandingkan propolis biasa.

“Nanoherbal sebagai produk immunostimulant yang dikembangkan saat ini adalah dari ekstrak meniran, jahe dan temulawak. Selain itu produk nanopartikel emas juga prospek untuk dikembangkan sebagai sedian kosmetika untuk mencegah penuaan dini dan sebagai pemutih. Saat ini sudah dilakukan penelitian pembuatan sediaan serum dan krim nanopartikel emas memanfaatkan ekstrak daun tin dan ekstrak jahe,” paparnya.

Sementara dikemukakan Prof. Ar. Noor Cholis Idham, Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Arsitektur Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, bumi Indonesia yang kaya sumber daya alam juga mengandung potensi kebencanaan yang sangat tinggi akibat gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Gempa bumi akan selalu terjadi di bumi nusantara sebagai fenomena alam yang wajar. “Secara tradisi, manusia Indonesia sejak dahulu sudah berhasil hidup damai dengan alam dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Rumah tradisional lama sudah dibangun ribuan tahun secara trial and error agar manusia tidak menjadi korban bencana,” terangnya.

Prof. Ar. Noor Cholis Idham menjelaskan, pengaturan (paugeran), larangan (pamali), dan mitos, adalah cara tradisi agar mudah diikuti. Namun kini tradisi telah berganti. Rumah bambu dan kayu telah berubah menjadi rumah batubata dan beton bertulang yang dibangun dengan keterbatasan. Rumah tidak lagi dibangun sesuai alamnya atau mengikuti standar teknis yang ada sehingga banyak menelan korban jiwa dan harta benda berulangkali. Menurutnya, tradisi baru hunian masyarakat harus kembali diarahkan pada cara-cara bermukim yang aman terhadap bencana.

“Rakyat tidak dapat lagi dibiarkan membangun dengan caranya sendiri. Pemerintah dan ahli harus terlibat di setiap tahap setelah ataupun jauh sebelum kejadian alam terjadi. Pemahaman teknis hunian harus difahamkan kepada masyarakat sedini mungkin pada pedoman sosial ataupun pendidikan formal. Dengan demikian tradisi baru dapat dijalankan untuk dapat lebih menyelamatkan jiwa dan harta manusia,” tutur Prof. Ar. Noor Cholis Idham.

Pidato terakhir disampaikan oleh Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Jurusan Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII, Prof. Jaka Nugraha. Ia mengemukakan, manusia sudah ditakdirkan mempunyai kemampuan merekam data di dalam otaknya dan mengolahnya menjadi informasi. Manusia memiliki kemampuan mengenali, mengidentifikasi, mengelompokan sampai dengan mencari pola hubungan dan memprediksi.

Dengan statistika, menurut Prof. Jaka Nugraha kemampuan dasar manusia tersebut dapat dioptimalkan dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Statistika dikembangkan sebagai metodologi mengumpulkan data, menganalisis dan mengekstraksi data untuk mendapatkan informasi dalam situasi ada ketidakpastian dan variasi. “Metode analisis statistik sangat tergantung pada sifat data, apakah data bersifat numerik (kuantitatif) ataukah bersifat kategori (kualitatif),” paparnya.

Prof. Jaka Nugraha menjelaskan, analisis data kategorik telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam penelitian ilmiah di berbagai bidang seperti biostatistik, ekonomi, psikologi, sosiologi dan kesehatan maupun transportasi. Data kategori direpesentasikan atau dikuantifikasi ke dal am nilai frekuensi dan proporsi. Analisis yang umum dilakukan adalah (1) inferensi parameter proporsi menggunakan uji eksak dan uji pendekatan normal, (2) mengukur asosiasi antar variabel menggunakan analisis crosstab dan model log-linear, (3) pemodelan data menggunakan pendekatan Generalized Linear Model (GLM) dan Discrete Choice Model (DCM).

“Analisis data kategori mayoritas pengembangan metodenya menggunakan pendekatan data kontinu dan masih ditemukan beberapa keterbatasan sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Keterbatasan dari aspek interpretasi kuantitatif atas ukuran asosiasi termasuk interpretasi parameter dalam model log-linear. Kerselarasan uji parsial, uji goodness of fit dan nilai pseudo R-square pada regresi logistik serta masalah komputasi ketika diterapkan pada big data,” tandas Prof. Jaka Nugraha.

Sumber : www.uii.ac.id/tiga-guru-besar-uii-sampaikan-pidato-pengukuhan

Jurusan Farmasi – Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kunjungan ke Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada hari Kamis, 16 Desember 2021. Tujuan utama daripada kunjungan ini adalah sebagai ajang silaturrahmi dan memperkuat hubungan kerjasama antara Faramasi UII dan Farmasi ITB. Dalam kunjungan ini, Farmasi UII turut memberangkatkan Ketua Jurusan Farmasi, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si., Sekretaris Jurusan apt. Ari Wibowo, S.Farm., M.Sc. dan perwakilan dosen Farmasi lainnya.

Penerimaan kunjungan dari perwakilan Farmasi UII oleh Sekolah Farmasi ITB bertempat di Ruang Edukatorium, Labtek VII. Kegiatan kunjungan diawali dengan sesi perkenalan antara kedua universitas dilanjutkan dengan presentasi oleh perwakilan Sekolah Farmasi ITB mengenai profil Sekolah Farmasi ITB secara umum dan penjelasan mengenai kegiatan akademik yang ada di dalamnya. Kemudian disambung dengan sesi diskusi mengenai beberapa topik, di antaranya adalah: 1) Strategi untuk meningkatkan animo calon mahasiswa; 2) Perbedaan antara kelas reguler dan internasional; 3) Akreditasi ASIIN; 4) Kiat-kiat pengelolaan program magister Farmasi; dan 5) Praktikum online.

Kunjungan Farmasi UII disambut dengan sangat hangat oleh perwakilan Sekolah Farmasi ITB. Setelah sesi diskusi, perwakilan Farmasi UII mendapat kesempatan untuk tour laboratorium guna mengenal lebih dekat fasilitas praktikum dan penelitian yang dimiliki oleh Sekolah Farmasi ITB. Kemudian terakhir ditutup dengan penyerahan cidera mata oleh masing-masing pihak dan foto bersama. Alhamdulillah, acara kunjungan ini dapat berjalan dengan lancar. Harapannya, melalui momentum ini Farmasi UII dan Farmasi ITB dapat bersinergi dengan baik dan bekerjasama secara kontinu untuk perkembangan Jurusan Farmasi yang lebih baik.

 

Mahasiswa-Farmasi-Raih-Prestasi-2021
Mahasiswa-Farmasi-Meraih-Prestasi-2021

                                                Mahasiswa-Farmasi-Meraih-Prestasi-2021

Tim mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) yang beranggotakan Ilya Marsya Rohila, Andika Wahyu Wardana, dan Iffa Tsabita Rahmadanti Suganda berhasil meraih medali emas dalam gelaran International Green Inovation Competition for Sustainable Campus (IGICSC) 2021. Kompetisi lintas negara ini dihelat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Thaha, Jambi.

Mengambil tema “Green Islam; Islamic environmental ethics and technological innovation in dealing with environmental problems” dalam kompetisi level Asia Tenggara tersebut, Ilya Marsya Rohila mengawali presentasinya di babak final dengan mengutip QS an-Nisa ayat 9. Sebuah landasan berpikir yang menjadi pelecut pelestarian sebagai bentuk menyelamatkan generasi selanjutnya dari kerusakan lingkungan.

Judul karya yang dibawakan tiga orang mahasiswa UII angkatan 2019 ini adalah “Clayyis as an Alternative Environmental Friendly Soap in Purifying Najis Mughaladhah”. Meskipun disebutkan ada produk sabun, tetapi sejatinya poin pentingnya terletak pada kelestarian lingkungan. Sabun yang diberi nama ‘Clayyis’ tersebut adalah sarana untuk mewujudkan sustainability. Empat indikator lingkungan berkelanjutan yang dicapai antara lain pengendalian limbah laboratorium, pengurangan emisi karbon, pereduksian energi listrik, hingga penjagaan ekosistem kampus.

Jalannya kompetisi internasional ini terdiri atas dua tahapan, yaitu penyisihan dan babak final. Peserta lolos final diumumkan pada Ahad 19 Desember 2021. Tidak sampai 18 jam kemudian, di hari Senin 20 Desember 2021 putaran final dilaksanakan. Tiga mahasiswa UII yang tergabung dalam Tim Clayyis tersebut bersaing dengan tiga kelompok peserta dari Brunei Darussalam dan dari Indonesia untuk mendapatkan prestasi terbaik. Pengumuman dilakukan pada Kamis 23 Desember 2021 melalui Zoom Meeting.

Shubhi Mahmashony Harimurti, S.S., M.A. selaku pembimbing menyatakan bahwa raihan yang dicapai tersebut membuktikan bahwa sustainability campus bukan hanya tanggung jawab unit tertentu di UII, tapi semua pihak termasuk mahasiswa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Laboratorium Teknologi Farmasi UII, khususnya Ibu apt. Siti Zahliyatul Munawiroh, Ph.D. dan Bapak Hartanto yang telah mengizinkan serta mengarahkan mahasiswa dalam pembuatan produk sabun sehingga dapat digunakan sebagai bukti komitmen UII dalam lingkungan keberlanjutan,” tandas Shubhi yang juga merupakan Kepala Bidang Akademik dan Organisasi, Badan Perencanaan dan Pengembangan/Rumah Gagasan/Sustainability Office UII. (https://www.uii.ac.id/mahasiswa-farmasi-uii-raih-medali-emas-di-igicsc-2021/)

Program Studi Profesi Apoteker Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia akan menerima pendaftaran mahasiswa baru angkatan 40. Proses penerimaan akan dilaksanakan dalam 2 gelombang pada bulan Desember 2021 –  Januari 2022.

Proses penerimaan dibuka dalam dua gelombang dengan jadwal sebagai berikut:

Gelombang Pertama

Pendaftaran 15-28 Desember 2021
Pengumuman lolos administrasi 30 Desember 2021
Briefing seleksi (wajib diikuti) 31 Desember 2021
Tes agama dan kefarmasian secara online 3 Januari 2022
Tes wawancara dan OSCE online 4 Januari 2022
Pengumuman mahasiswa baru yang diterima 6 Januari 2022
Registrasi 10 Januari 2022
Kuliah perdana 31 Januari 2022


Gelombang Kedua

Pendaftaran 11-17 Januari 2022
Pengumuman lolos administrasi 19 Januari 2022
Briefing seleksi (wajib diikuti) 20 Januari 2022
Tes agama dan kefarmasian secara online 22 Januari 2022
Tes wawancara dan OSCE online 24 Januari 2022
Pengumuman mahasiswa baru yang diterima 26 Januari 2022
Registrasi 28 Januari 2022
Kuliah perdana 31 Januari 2022


PENGUMUMAN HASIL

Pengumuman hasil terdiri atas pengumuman lolos administrasi dan pengumuman akhir mahasiswa baru yang diterima. Mahasiswa yang berhak melanjutkan ke tahapan tes seleksi adalah yang sudah diumumkan lolos administrasi. Mahasiswa yang sudah diumumkan diterima sebagai mahasiswa baru pada gelombang satu, wajib melaksanakan registrasi di gelombang satu, dan akan kehilangan haknya sebagai mahasiswa baru jika tidak melaksanakan registrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

PROSES PENDAFTARAN

Mekanisme proses pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Profesi Apoteker Angkatan 40, silahkan dapat dilihat dan dipahami.

Calon pendaftar melakukan pendaftaran online pada alamat admisi.uii.ac.id

  1. Bagi yang sudah memiliki NIU (Nomor Induk Utama), silahkan masukkan NIU & Password.
  2. Bagi yang belum memiliki NIU (Nomor Induk Utama) silahkan pilih “Buat Akun” dengan menyiapkan file scan kartu identitas KTP/SIM/KK dan file foto resmi, masing-masing file maksimal 2MB, format JPEG/JPG/PNG. Setelah mendapatkan akun NIU & password, harap dicatat baik-baik akun NIU dan password tersebut. Selanjutnya masukkan NIU & password di admisi.uii.ac.id
  3. Melakukan pembelian formulir seleksi mahasiswa baru dengan memilih menu beli formulir Tes Online
  4. Memilih Fakultas MIPA dan Profesi Apoteker.
  5. Setelah selesai proses akan mendapatkan nomor tagihan yang nampak pada layar dan selanjutnya akan digunakan untuk membayar via Bank sebagaimana tertera dalam sistem tagihan (dapat dilakukan secara online).

Proses Pembayaran

  1. Pembayaran menggunakan nomor tagihan via Bank sebagaimana tertera dalam sistem tagihan (dapat dilakukan secara online)
  2. Slip pembayaran disimpan

Proses Pemberkasan


PERSYARATAN PENDAFTARAN

Pendaftar Alumni S1 Farmasi UII

  • Lulus S1 dengan IPK ≥ 2,5 dengan maksimal masa studi 5 tahun dengan melampirkan : Scan ijasah S1 asli, atau SKL S1 asli, Scan transkrip nilai asli, atau KHS asli.
  • Mendaftar PMB PSPA UII maksimal 3 kali Lampiran : Surat pernyataan bermaterai.  (Form Surat Pernyataan dapat diunduh di sini)
  • Sehat jiwa dengan melampirkan scan Surat Keterangan Sehat jiwa asli dari dokter jiwa Rumah Sakit Pemerintah, batas waktu maksimal 1 bulan dari tanggal pendaftaran.
  • Surat keterangan bebas narkoba dibuktikan dengan hasil berdasarkan pemeriksaan laboratorium minimal 2 (Amphetamin , Metamphetamin, Cocaine, Canna, Opiate, morfin, benzodiazepin, barbiturat). Scan surat keterangan bebas narkoba asli dan batas waktu maksimal 1 bulan dari tanggal pendaftaran.
  • Skor CEPT/TOEFL min 450 (scan sertifikat CEPT/TOEFL asli)
  • Rekomendasi dosen pembimbing skripsi dengan menuliskan nama pembimbing skripsi 1 disertai alamat email pada formulir online yang telah disediakan.
  • Melampirkan formulir surat pernyataan jaminan keaslian dokumen. Surat pernyataan ditandatangani di atas materai 10.000. (Form Surat Pernyataan dapat diunduh di sini)
  • Melampirkan bukti identitas diri berupa : Soft file Pas Foto berwarna terbaru (JPG, JPEG, PNG) maksimal 2MB, Softfile hasil scan KTP / Kartu Keluarga (JPG, JPEG, PNG) yang telah di fix crop, maksimal 2 MB
  • Semua bukti scan berkas persyaratan adalah asli dan dalam kondisi berwarna.

Pendaftar Alumni S1 Farmasi Non UII

  • Akreditasi Prodi asal S1 minimal B dengan melampirkan : Scan SK akreditasi Prodi S1 Farmasi saat kelulusan. Tidak menerima pendaftar dari lulusan D3 yang kemudian melanjutkan ke S1 Farmasi.
  • Lulusan S1 Farmasi dengan jeda jarak kelulusan S1 dengan pendaftaran PMB Profesi Apoteker UII tidak lebih dari 2 tahun (minimal lulus pada 31 Januari 2020)
  • Lulus S1 dengan IPK ≥ 3,0 dan maksimal masa studi 5 tahun dengan melampiran : Scan ijasah S1 asli, Scan transkrip nilai asli
  • Mendaftar PMB PSPA UII maksimal 3 kali Lampiran : Surat pernyataan bermaterai (Form Surat Pernyataan dapat diunduh di sini)
  • Sehat jiwa dibuktikan dengan melampirkan : Scan surat keterangan sehat jiwa asli dari dokter jiwa Rumah Sakit Pemerintah, batas waktu maksimal 1 bulan dari tanggal pendaftaran.
  • Surat keterangan tidak buta warna (Scan surat keterangan tidak buta warna asli dari dokter spesialis mata), batas waktu maksimal 1 bulan dari tanggal pendaftaran.
  • Surat keterangan bebas narkoba dibuktikan dengan hasil berdasarkan pemeriksaan laboratorium minimal 2 (Amphetamin , Metamphetamin, Cocaine, Canna, Opiate, morfin, benzodiazepin, barbiturat). Scan surat keterangan bebas narkoba asli dan batas waktu maksimal 1 bulan dari tanggal pendaftaran.
  • Skor CEPT/TOEFL min 450 (Scan sertifikat CEPT/TOEFL asli)
  • Rekomendasi dosen pembimbing skripsi dengan menuliskan nama pembimbing skripsi 1 disertai alamat email pada formulir online yang telah disediakan.
  • Melampirkan formulir surat pernyataan jaminan keaslian dokumen. Surat pernyataan ditandatangani di atas materai 10.000. (Form Surat Pernyataan dapat diunduh di sini)
  • Melampirkan bukti identitas diri berupa : Soft file Pas Foto berwarna terbaru (JPG, JPEG, PNG) maksimal 2MB, Softfile hasil scan KTP / Kartu Keluarga (JPG, JPEG, PNG) yang telah di fix crop, maksimal 2 MB.
  • Semua bukti scan berkas persyaratan adalah asli dan dalam kondisi berwarna.


BIAYA KULIAH

Pendaftaran : Rp.     500.000,-*)
Angsuran IGelombang Pertama (6-10 Januari 2022)

Alumni UII

Non Alumni UII

Gelombang Kedua (26-28 Januari 2022)

Alumni UII

Non Alumni UII

 

: Rp. 7.500.000,-

: Rp. 17.500.000,-

 

: Rp. 7.500.000,-

: Rp. 17.500.000,-

Angsuran II (1-15 april 2022) : Rp.   7.500.000,-
Angsuran III (1-15 Juli 2022)Alumni UII

Non Alumni UII

: Rp.   7.500.000,-

: Rp.   10.000.000,-

Angsuran IV (1-15 Oktober 2022) : Rp.  5.000.000,-

*) dibayarkan melalui Bank sebagaimana tertera dalam sistem tagihan

 

Catatan:

Sambutan Fathul Wahid

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Terapan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia menyelenggarakan The 3rd International Seminar on Science and Technology (ISSTEC) 2021 pada Selasa (30/11). Seminar internasional pada pagi hari tersebut digelar secara virtual dengan mengusung tema “Science, Technology and Data Analysis for Sustainable Future” dan menghadirkan keynote speakers bereputasi internasional.

Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor UII menyebut tema seminar pada pagi hari sangat penting karena kemajuan dunia tak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Fathul menjelaskan bahwa kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan merupakan pekerjaan rumah peneliti untuk memastikan IPTEK selalu berada dalam koridor etika.

“Semangat ini perlu terus hidup dan ditransfer dari satu generasi ilmuwan ke generasi lainnya untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Oleh karena itu, saya senang menyaksikan bahwa dalam seminar ini, baik ilmuwan berpengalaman maupun ilmuwan muda datang dan duduk bersama untuk berbagi pengetahuan, mendiskusikan temuan penelitian, bertukar pikiran, dan saling memotivasi.”, terang Fathul.

Sementara, M. Miqdam Musawwa, S.Si., M.Sc selaku ketua komite ISSTEC 2021 menyebut terdapat empat keynote speakers, tujuh invited speakers serta lebih dari 100 presenter yang hadir dan tersebar di enam negara berbeda. Selain itu, Miqdam menyebut jurnal yang dipresentasikan pada The 3rd ISSTEC (2021) nantinya akan diterbitkan dalam prosiding AIP dan Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC) (Q3).

Prof. Dr. Hajah Farida Zuraina Mohd Yusof selaku dekan Fakultas Ilmu Terapan UiTM Malaysia pada sambutannya menyampaikan rasa percaya dirinya atas keterlibatan pembicara dari berbagai negara di ISSTEC 2021. Para peserta akan terlibat aktif dalam beragam Ilmu Sains dan Teknologi dengan topik meliputi Teknik Informatika, Sensor, Kesehatan & Ilmu Hayati, Kesehatan dan Kedokteran, Komunitas Berkelanjutan, serta Energi & Lingkungan. “Hal ini pada akhirnya akan membantu memposisikan kemajuan IPTEK sebagai strategi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Asia”, sebutnya.

Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. yang juga menjadi salah satu keynote speakers berkesempatan membawakan materi bertajuk “Social Media and e-Participation in Indonesia: Lessons and Challenges”.

Berikutnya adalah Prof. Sandrine Dudoit, Ph.D. dari University of California, Berkeley, United State of America (USA) turut serta memaparkan materi dengan tema “Learning from Data in Single-Cell Transcriptomics”.

Selain itu, Prof. Dr. Werasak Surareungchai dari King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Thailand juga ikut berpartisipasi dengan membawa tajuk “Biosensors and Chemical Sensors: Striving in the Day of Digital Enhancement” pada presentasinya. Keynote Speakers terakhir pada ISSTEC 2021 adalah Prof. Parvez Haris yang mempresentasikan materi mengenai “Plants as ‘chemical factories’ for Tackling Human Diseases and Environmental Pollution”. (IAA/ESP)

Foto Bersama Jurusan Farmasi UII

Jurusan Farmasi- Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Kimia Farma pada Jumat, 10 Desember 2021. Penerimaan kunjungan bertempat di ruangan Jurusan Farmasi. Kimia Farma merupakan  perusahaan Farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Perusahaan yang masih menjadi bagian dari salah satu Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN) ini bergerak dalam beberapa bidang di antaranya adalah pengolahan, produksi, pemasaran, dan pendistribusian bahan kimia, farmasi, biologis, dan bahan lainnya di Indonesia.

Adapun perwakilan yang hadir dari Kimia Farma, Novian Pradipta selaku Asisten New Product Development dan Bayu Sulendrotomo selaku Manager New Product Development. Kunjungan ini disambut oleh beberapa perwakilan dosen Farmasi UII, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si selaku Ketua Jurusan Farmasi UII,  apt. Bambang Hernawan Nugroho, M.Sc., dan Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. Tujuan daripada kunjungan ini, pertama adalah penjajakan kerjasama bidang penelitian, kosmetik, suplemen, dan obat bebas. Kedua, untuk meninjau riset Farmasi UII yang meliputi nanofarmasi, Pusat Studi Obat Herbal (PSOH), dan Lab Pengujian Laboratorium Pengujian Obat, Makanan, dan Kosmetik LPOMK. Acara kunjungan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.

Studi Banding UNRAM

Jurusan Farmasi – Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan Studi Banding dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram pada hari Rabu, 1 Desember 2021. Kunjungan ini bertujuan untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman dari pengelola Jurusan Farmasi UII dan pengelola Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan juga akan dijadikan referensi oleh para pengelola Fakultas Kedokteran Universitas untuk mendirikan Program Studi Profesi Apoteker. Penerimaan kunjungan dilaksanakan di ruang sidang utama Gedung Prof. Zanzawi Soejoeti.

Adapun perwakilan yang hadir dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram terdiri dari Wakil Dekan, dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si.Med. beserta jajarannya, dr. Ima Arum Lestarini, Sp.PK., M.Si, Med. ,Dr. Yayuk Andayani, M.Si. ,Dr. Agriana Rosmalina Hidayati, M.Farm, Apt., Anggit Listyacahyani Sunarwidhi, S.Farm, M.Sc. Apt. Ph.D. , dan Muparihin, SH.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus perkenalan pengelola Jurusan Farmasi UII yang disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. Selanjutnya adalah perkenalan serta penyampaian tujuan kunjungan yang disampaikan oleh dr. Arfi Syamsun, Sp. KF., M.Si. Med. Setelah itu, disambung dengan presentasi dan diskusi. Sesi pertama, diskusi pengelolaan Program Studi (Prodi) S1 Farmasi UII dibawakan oleh Ketua Program Studi Sarjana Farmasi, apt. Saepudin, M.Si, Ph.D., Sesi kedua, diskusi pengelolaan Prodi S2 Farmasi dibawakan oleh Ketua Program Studi Magister Farmasi, apt. Suci Hanifah, S.F., Ph.D., dan terakhir adalah Diskusi pengelolaan Program Studi Profesi Apoteker yang dibawakan oleh Dr. apt. Farida Hayati, S.Si, M.Si, selaku Ketua Program Studi Profesi Apoteker.

Setelah rangkaian acara diskusi selesai, dilanjutkan dengan kunjungan fasilitas yang dipandu oleh apt. Bambang Hernawan Nugroho, M.Sc. Acara kunjungan kemudian ditutup dengan perfotoan dan pemberian cindra mata dari kedua belah pihak.

Screenshoot IPE Mental Health Care

Jurusan Farmasi – Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan Webinar secara virtual dengan tema “Interprofessional Education (IPE) in Mental Health Care“. Acara ini dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung melalui aplikasi YouTube pada hari Ahad, 14 November 2021. Adapun peserta yang hadir, kurang lebih berjumlah 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Spesifikasi peserta yang hadir pada webinar IPE in Mental Health Care adalah Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Farmasi UII, Mahasiswa Prodi Kedokteran dan Psikologi UII, Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta, dan lainnya.

Interprofessional Education in Mental Health Care merupakan pendekatan pembelajaran untuk membekali dan mempersiapkan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan seperti dokter, apoteker, perawat, fisioterapis, dan psikolog klinis untuk memberikan perawatan pasien dalam lingkungan tim kolaboratif yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Prof. apt. Yandi Syukri, M.Si, Ketua Jurusan Farmasi UII dalam sambutan menyampaikan bahwa “Perlu kita ketahui bahwa kolaborasi antara profesional kesehatan ini sangat penting karena era kita saat ini adalah era kolaborasi. Harapannya event ini bisa memberi kontribusi untuk membangun Indonesia yang lebih baik.”

Setelah sambutan yang disampaikan oleh Prof. Yandi, acara dilanjutkan dengan webinar IPE in Mental Health Care yang dipandu oleh Moderator Ilya Marsya Rohila. Ilya merupakan salah satu mahasiswa berprestasi Program Studi (Prodi) Farmasi UII angkatan 2019. Acara webinar ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama diisi oleh dua pembicara, dr. Wikan Ardiningrum, M. Sc. Sp. KJ. dari Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta dan Ns. Sutedjo, M. Kep., S.Kep.J dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. dr. Wikan membawakan materi dengan tema “Peran Psikiater dan Praktek Interprofessional Collaboration (IPC) dalam Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia,” sedangkan Ns. Sutedjo membawakan materi mengenai “Layanan Kesehatan Jiwa dalam Lingkup Keperawatan Serta Keutamaan Praktek Kolaboratif dari Perspektif Keperawatan.”

Pada sesi ke dua dilanjutkan dengan penyampaian materi dari tiga pembicara, yaitu Ibu Libbie Annatagia, M.Psi. Psikolog dari Universitas Islam Indonesia, apt. Okky Puspitasari Sugiyarto, M.Sc. dari Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang, dan Dr. Hanna Morrisey bersama Professor Patrick Ball dari University of Wolverhampton. Ibu Libbie membawakan materi mengenai “Peran Psikolog Klinis dalam Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Praktek Baik (Best Practice) Kolaboratif di Indonesia”, selanjutnya apt. Okky membawakan materi dengan tema “Peran Apoteker dalam Layanan Kesehatan Jiwa dan Praktek Baik (Best Practice) Kolaboratif di Indonesia”, dan terakhir Dr. Hanna memaparkan materi tentang “Peran Apoteker dan Praktik Kolaborasi Tenaga Kesehatan dalam Penyediaan Layanan Kesehatan Jiwa di Negara Maju.”

Pada akhir sesi webinar, panitia mengumumkan nama-nama peserta yang terpilih untuk mendapatkan doorprize dari panitia. Perolehan doorprize dilihat dari keaktifan peserta dalam mengisi daftar hadir serta kuesioner pre dan pasca webinar yang sudah disediakan panitia. Alhamdulillah, acara webinar Interprofessional Education (IPE) in Mental Health Care disambut dengan meriah oleh seluruh peserta dapat terlaksana dengan lancar. Semoga acara ini membawa kebermanfaatan bagi kita semua. Aamiin. (Husna)

Sambutan Sekretaris Farmasi UII


Sarjana Farmasi – Masih dalam rangka memeriahkan perayaan milad ke 23, Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Pharmacy Virtual Expo melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung melalui aplikasi YouTube Farmasi UII pada Sabtu, 13 November 2021. Adapun jumlah peserta yang terdaftar, kurang lebih sebanyak 130 dari beragam institusi dan berbagai daerah. Acara ini diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Farmasi , Prof. apt. Yandi Syukri, M.Si yang diwakilkan oleh Sekretaris Jurusan Farmasi UII, apt. Ari Wibowo, M.Sc. Dalam sambutannya, apt. Ari Wibowo menyampaikan bahwa “Pharmacy Expo adalah agenda tahunan untuk memeriahkan milad Farmasi UII. Harapannya, semakin bertambahnya usia Farmasi UII bisa menebarkan manfaat lebih luas secara nasional maupun global.”

Acara inti Pharmacy Virtual Expo pada tahun ini adalah webinar yang diisi oleh tiga pembicara dari Dosen internal Farmasi UII dan expo “Kenali Farmasi UII Lebih Dekat”. Acara expo dibagi ke dalam beberapa ruang breakout zoom yaitu Program Studi (Prodi) Farmasi, Pusat Informasi Obat (PIO), Nanopharmacy, Pusat Studi Obat Herbal (PSOH), dan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA).

Pembicara pertama dalam sesi webinar Pharmacy Virtual Expo adalah apt. Zahliyatul Munawiroh, Ph.D dengan membawakan materi tentang “Kosmetika Aman untuk Kulit Wajahmu yang Selalu Tertutup Masker”. Beberapa poin yang disampaikan oleh apt. Zahliya adalah pemakaian masker yang baik dan benar serta hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan kosmetik untuk menjaga agar kulit wajah tetap sehat. “Dalam memilih kosmetik, teman-teman harus tetap memperhatikan kehalalan produk dan dipastikan bahwa produk sudah terdaftar dalam BPOM. Melihat bahwa resiko ketidakhalalan kosmetik jauh lebih tinggi dari obat,” tutur apt. Zahliya.

Pembicara kedua adalah apt. Annisa Fitria, S. Farm, M. Sc dengan membawakan materi tentang “Perlukah Vaksin Booster Ketiga Dilakukan?”. Beberapa hal yang disampaikan oleh apt. Annisa adalah berkaitan dengan tujuan vaksin untuk membangkitkan sistem imun, penjelasan singkat mengenai apa itu booster vaksin, kriteria penerima vaksin, isi dan efek samping dari vaksin booster. Adapun pesan yang disampaikan olehe apt. Annisa kepada seluruh peserta adalah “Lindungi diri, keluarga, dan sekitar dengan berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19. Jangan lengah, tetap saling berjaga, dan terapkan protokol kesehatan untuk Indonesia kembali sehat.”

Pembicara ketiga dalam sesi webinar Pharmacy Virtual Expo, Dr. apt. Rochmy Istikharah membawakan materi mengenai “Kenali Gejala Obesitas Akibat Terlalu Lama Rebahan #dirumahaja”. Adapun beberapa poin yang disampaikan apt. Rochmy adalah terkait pengukuran obesitas, resiko penyakit obesitas, pengelolaan berat badan, pengaturan asupan makanan, dan peningkatan aktivitas fisik. Beliau berpesan dengan menyertakan salah satu hadits yang berkaitan dengan tema bahwa “Allah lebih mencintai mukmin yang kuat, termasuk kuat jasmani. Sehingga menjaga tubuh agar tetap sehat termasuk hal yang sangat diutamakan.”

Setelah sesi webinar, acara dilanjutkan dengan expo “Kenali Farmasi UII Lebih Dekat”. Peserta Pharmacy Virtual Expo dalam sesi ini diberi kebebasan memasuki breakout room sesuai bidang yang diminati. Pada masing-masing room, terdapat fasilitator yang nantinya akan bertugas untuk mengenalkan bidang kefarmasian UII lebih dekat seperti pemutaran video, sharing, dan kuis kepada peserta expo.

Sebelum penutupan, panitia Pharmacy Virtual Expo mengadakan kuis untuk seluruh peserta melalui aplikasi quizizz. Adapun dorprize yang akan diberikan kepada peserta yaitu uang tunai sebanyak Rp 230.000 untuk 23 peserta. Alhamdulillah, acara expo tahun ini disambut sangat meriah oleh peserta dan dapat berjalan dengan lancar. Hal ini dapat dilihat dari antusias dan semangat peserta dalam mengikuti rangkaian acara expo dari awal hingga akhir acara. (Husna)

 

Sambutan Rektor UII

 

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Kuliah Umum XIII dengan tema Visi Baru Islam untuk Indonesia Maju pada Sabtu, 30 Oktober 2021. Agenda yang digelar untuk seluruh mahasiswa Program Doktor, Magister, dan Profesi UII ini dilaksanakan secara daring dan turut menghadirkan pembicara, tokoh pemikir kebinekaan Sukidi, Ph.D.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D dalam sambutan menjelaskan bahwa permusuhan yang mengatasnamakan agama, apapun agamanya, tidak dapat diterima. Nilai-nilai perenial agamalah yang seharusnya mengarahkan manusia pada kebaikan, sikap saling menghormati, dan perdamaian. Prof. Fathul Wahid, menyampaikan “Jika ada sebagian kecil pemeluk agama yang cenderung kepada permusuhan, itu adalah fakta sosial yang terjadi sampai hari ini dan bisa saja terjadi di semua agama. Tetapi, itu bukanlah dasar yang valid untuk melakukan generalisasi yang membabi buta.”

Fakta sosial lain, menurut Prof. Fathul Wahid, bisa termasuk dalam sebagian orang yang memiliki perbedaan perspektif dengan yang dibayangkan oleh kelompok lain. Mengutip Huntington (1996) dalam bukunya The Clash of Civilization, Islam diasosiasikan dengan “jeroan berdarah” (bloddy innards)  atau “batas-batas berdarah” (bloddy borders). Selanjutnya, Prof. Fathul Wahid, juga memaparkan hasil survey dari Pew Research Center (Lipka, 2017) yang memberikan gambaran lebih mutakhir tentang bagaimana atribusi yang cenderung negatif terhadap perbedaan kelompok dan itu nyata adanya. Prof. Fathul Wahid, menyampaikan bahwa “Survey yang telah dilakukan di negara-negara dengan pemeluk Islam mayoritas, orang barat dipersepsikan egois, brutal, rakus, amoral, arogan, dan fanatik. Sebaliknya, dalam hal ini orang barat memberikan atribusi kepada muslim, fanatik, jujur, brutal, dermawan, arogan, dan egois. Kombinasi atribut yang tidak lazim dan sulit apabila dibayangkan untuk bisa menyatu dengan harmoni.

Prof. Fathul Wahid, menambahkan bahwa ajaran Islam tidak memiliki kolerasi dengan konflik diamini oleh Fuller (2010), mantan pentolan CIA yang terekam di dalam bukunya A World Without Islam. “Secara hipotetik, dalam sebuah forum diskusi di Rumi Forum, lembaga yang didirikan di Washington DC untuk dialog antar agama dan antar budaya, Fuller mengemukakan bahwa apabila Islam dan Nabi Muhammad tidak pernah ada maka hubungan antara Barat terutama Amerika Serikat dan Timur Tengah tidak akan berbeda jauh,” jelas Prof. Fathul Wahid. Beliau menuturkan bahwa peran merevitalisasi peran agama di masa sekarang sangatlah penting ketika melihat bahwa fakta di lapangan memerlukan adanya penjelasan yang lebih canggih.

Selanjutnya, pemikir kebinekaan Sukidi Ph.D juga menegaskan bahwa perilaku negatif sebagian Muslim di Indonesia telah menutup jati diri Islam sebagai agama yang sangat menjunjung tinggi kedamaian. Beliau mengutip pendapat Pemikir Pembaru Islam Mesir, Muhammad Abduh: “al-Islamu Mahjubun bil Muslimin / Islam tertutup oleh umat Islam”, untuk melukiskan berbagai problem yang saat ini melanda umat Islam.

Sebagai Muslim, ungkap Doktor Kajian Islam dari Universitas Harvard Amerika Serikat, umat boleh saja berbangga dengan jumlah pengikutnya yang mayoritas, namun fakta ini haruslah dibarengi dan diseimbangkan dengan kontribusi positif yang dapat mengerahkan umat untuk menciptakan kemajuan, menjadi pelindung, menjamin kerukunan, dan harmoni di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, Sukidi juga menyampaikan pentingnya visi baru Islam yang menjadi paduan untuk reformasi Islam sekaligus memberikan arah  kepada umat Islam dalam menjalani kehidupan di negeri yang majemuk seperti Indonesia. Visi baru Islam yang dikemukakan oleh Sukidi, bahwa Islam adalah agama kebinekaan dan pemersatu, Islam adalah agama kesetaraan, kebebasan, dan kemanusiaan. Sukidi menilai bahwa lima visi baru Islam tersebut sangat penting untuk didesakkan ke setiap benak umat Islam agar menjadi kesadaran yang menjiwai perilaku seorang Muslim.

Terakhir, Sukidi merangkum pidatonya dan menyampaikan, apabila umat menjiwai spirit Islam di atas, ia yakin bahwa bangsa Indonesia ini akan mengalami kemajuan yang luar biasa dan mampu memberikan kemakmuran bagi warga negaranya. “Kita harus berbenah mulai hari ini agar kebanggaan sebagai umat terbesar berbanding lurus dengan kemajuan umat dan bangsa,” tegasnya.