PENGUMUMAN RESMI PDF —-> 0021_Pengumuman Penerima Hibah PkM Jurusan Farmasi 2026

YOGYAKARTA – Dalam upaya menjamin mutu lulusan apoteker yang kompeten dan siap kerja, Pharmacy Education and Competency Development Unit Universitas Islam Indonesia (PHEDU UII) bekerja sama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ikatan Apoteker Indonesia (Badiklat IAI) serta Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) akan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas Preseptor Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA).

Acara yang berakreditasi dari Kementerian Kesehatan RI ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat dan Sabtu, 7-8 November 2025, bertempat di Gedung OSCE dan PHEDU Jurusan Farmasi FMIPA UII.

Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) merupakan fase krusial di mana mahasiswa mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata. Keberhasilan tahapan ini sangat bergantung pada bimbingan preseptor. Namun, tantangan saat ini adalah masih banyak apoteker di lapangan yang belum memiliki pembekalan memadai untuk menjadi pendidik dan evaluator yang efektif.

Workshop ini dirancang untuk membekali para preseptor dengan keterampilan komunikasi, teknik pembimbingan, serta kemampuan memberikan umpan balik konstruktif melalui studi kasus. Tujuannya adalah agar para preseptor mampu menjadi role model yang profesional bagi mahasiswa.

Pelatihan ini tidak tanggung-tanggung dalam menghadirkan narasumber dengan melibatkan tujuh pakar dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan praktisi kenamaan. Para pembicara yang dijadwalkan hadir meliputi Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si. dan Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si. dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, serta Prof. apt. Suci Hanifah, M.Si, Ph.D. dan Dr. apt. Farida Hayati, M.Si. dari Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Selain itu, materi juga akan disampaikan oleh Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. dari Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, MS. dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, serta Dr. apt. Endang Yuniarti, M.Kes. yang merupakan praktisi dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Melalui workshop ini, diharapkan mutu PKPA dapat meningkat secara signifikan, sehingga lulusan apoteker Indonesia semakin siap berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.

YOGYAKARTA – Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan kerja dari Universitas Indonesia Maju (UIMA) pada Senin (12/1). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka benchmarking terkait pengelolaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPA).

Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai 1 Gedung FMIPA UII ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua universitas. Dari pihak UIMA, hadir Rektor UIMA Dr. Astrid Novita, SKM., MKM., Dekan FIKES UIMA Nina, SKM., M.Kes., Ph.D., dan Sekretaris Universitas Leli Nurlaeli, S.Pd., M.Pd.

Kedatangan tim UIMA disambut hangat oleh Sekretaris Jurusan Farmasi UII, Prof. apt. Suci Hanifah, M.Si., Ph.D., didampingi Ketua PSPA Dr. apt. Farida Hayati, M.Si., serta jajaran koordinator pembelajaran dan praktik kerja (PKPA) di lingkungan Farmasi UII.

Dalam sambutannya, Rektor UIMA, Dr. Astrid Novita, menyampaikan bahwa alasan utama memilih Farmasi UII sebagai tujuan benchmarking adalah reputasi UII yang telah diakui secara nasional.

“Kami percaya UII adalah barometer PSPA yang berkualitas. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Kami telah menyiapkan daftar pertanyaan, khususnya mengenai persiapan akreditasi serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Kami sudah memiliki gedung OSCE untuk keperawatan, namun kami ingin mempelajari lebih dalam bagaimana standar OSCE yang spesifik untuk PSPA,” ujar Dr. Astrid.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jurusan Farmasi UII, Prof. apt. Suci Hanifah, memaparkan perjalanan panjang Farmasi UII yang berdiri sejak 1998, diikuti pembukaan PSPA pada tahun 2002. Ia menjelaskan transformasi institusi dari akreditasi A hingga berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul. Secara rinci dijelaskan bahwa Program Studi Magister Farmasi meraih predikat unggul dalam akreditasi perdana di tahun 2023, sementara Prodi Sarjana dan Apoteker meraih Akreditasi Unggul secara pada tahun 2024. Selain itu, UII juga telah mengembangkan Program Internasional sejak 2021 dan pada tahun ini, Insya Allah, Program Studi S3 Farmasi UII akan mulai beroperasi.

“Tahun ini, Insya Allah kami akan segera menjalankan Program Studi S3 Farmasi UII. Fokus kami adalah pengembangan internal terlebih dahulu, terutama kualitas dosen,” jelas Prof. Suci.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan mitra dalam mencapai kesuksesan. Beliau pun membuka peluang kolaborasi bagi dosen-dosen UIMA untuk melanjutkan studi doktor di UII. “Kesuksesan kita tidak terlepas dari mitra. Kami terbuka bagi dosen-dosen UIMA yang membutuhkan studi S3 melalui skema kolaborasi riset dengan sistem Promotor dan Co-Promotor dari kedua universitas,” tambahnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antara UIMA dan Jurusan Farmasi UII sebagai bentuk simbolis kerja sama. Agenda inti diisi dengan presentasi komprehensif oleh Ketua PSPA UII, Dr. apt. Farida Hayati, yang memaparkan pengelolaan akademik, kurikulum, tata kelola, hingga ketersediaan sumber daya manusia di PSPA UII. Sebagai penutup rangkaian acara, para tamu dari UIMA diajak melakukan kunjungan langsung ke Gedung OSCE untuk melihat fasilitas dan simulasi ujian praktik bagi calon apoteker yang diterapkan di lingkungan Farmasi UII.