{"id":1513,"date":"2018-04-05T18:48:43","date_gmt":"2018-04-05T18:48:43","guid":{"rendered":"http:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/?p=1513"},"modified":"2018-05-26T08:22:49","modified_gmt":"2018-05-26T08:22:49","slug":"bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/","title":{"rendered":"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya"},"content":{"rendered":"<p>Obat tradisonal dengan klaim kealamiannya sudah barang tentu tak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Namun, hingga saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya dicampuri bahan kimia obat BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol baik dosis maupun cara penggunaannya atau bahkan semata-mata demi meningkatkan penjualan karena konsumen menyukai produk obat tradisional yang bereaksi cepat pada tubuh.<\/p>\n<p>Temuan BPOM memperlihatkan BKO yang terdapat dalam obat tradisonal di antaranya:<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"28%\"><strong>Klaim kegunaan Obat tradisional<\/strong><\/td>\n<td width=\"2%\"><\/td>\n<td width=\"71%\"><strong>BKO yang sering ditambahkan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"28%\">Pegal linu \/ encok \/ rematik<\/td>\n<td width=\"2%\">:<\/td>\n<td width=\"71%\">Fenilbutason, antalgin, diklofenak sodium, piroksikam, parasetamol, prednison, atau deksametason<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"28%\">Pelangsing<\/td>\n<td width=\"2%\">:<\/td>\n<td width=\"71%\">Sibutramin hidroklorida<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"28%\">Peningkat stamina \/ obat kuat pria<\/td>\n<td width=\"2%\">:<\/td>\n<td width=\"71%\">Sildenafil Sitrat<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"28%\">Kencing manis \/ diabetes<\/td>\n<td width=\"2%\">:<\/td>\n<td width=\"71%\">Glibenklamid<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"28%\">Sesak nafas \/ asma<\/td>\n<td width=\"2%\">:<\/td>\n<td width=\"71%\">Teofilin<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>BKO yang sering dicampurkan ke dalam obat tradisional tanpa dosis dan takaran yang jelas dapat menimbulkan efek samping sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Antalgin (Metampiron)<br \/>\nEfek samping: Pada pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan agranulositosis.<\/li>\n<li>Deksametason<br \/>\nEfek Samping:<\/p>\n<ul>\n<li>Glukokortikoid meliputi diabetes dan osteoporosis yang berbahaya bagi usia lanjut. Dapat terjadi gangguan mental, euphoria dan myopagh. Pada anak-anak kortikosteroid dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, sedangkan pada wanita hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan adrenal anak.<\/li>\n<li>Mineralokortikoid adalah hipertensi, pretensi Natrium dan cairan serta hypokalemia.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Prednison<br \/>\nEfek samping:<\/p>\n<ul>\n<li>Gejala saluran cerna : mual, cegukan, dyspepsia, tukak peptic, perut kembang, pancreatitis akut, tukak oesofagus, candidiasis.<\/li>\n<li>Gejala musculoskeletal : miopatiproximal, osteoporosis, osteonekrosis avaskuler.<\/li>\n<li>Gejala endokrin : gangguan haid, gangguan keseimbangan Nitrogen dan kalsium, kepekaan terhadap dan beratnya infeksi bertambah.<\/li>\n<li>Gejala neuropsikiatri : euphoria, ketergantungan psikis, depresi, insomnia, psikosis, memberatnya shizoprenia dan epilepsy.<\/li>\n<li>Gejala pada mata : glaucoma, penipisan kornea dan sclera, kambuhnya infeksi virus atau jamur di mata.<\/li>\n<li>Gejala lainnya : gangguan penyembuhan, atrofi kulit, lebam, acne, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, leukositosis, reaksi hipersensitif (termasuk anafilaksis), tromboemboli, lesu.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Teofilin<br \/>\nEfek samping: Takikardia, palpitasi, mual, gangguan saluran cerna, sakit kepala, insomnia dan aritmia.<\/li>\n<li>Hidroklortiazid (HCT)<br \/>\nEfek samping: Hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan, impotensi (reversible bila obat dihentikan), hipokalimia, hipomagnesemia, hipoatremia, hiperkalsemia, alkalosis, hipokloremik, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia dan peningkat kadar kolesterol plasma.<\/li>\n<li>Furosemid<br \/>\nEfek samping : Hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesia, alkalosis, hipokloremik, ekskresi kalsium meningkat, hipotensi, gangguan saluran cerna, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, kadar kolesterol dan trigliserida plasma meningkat sementara<\/li>\n<li>Glibenklamid<br \/>\nEfek samping :<\/p>\n<ul>\n<li>Umumnya ringan dan frekuensinya rendah diantaranya gejala saluran cerna dan sakit kepala.M<\/li>\n<li>Gejala hematology trombositopeni dan agranulositosis.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Siproheptadin<br \/>\nEfek samping : Mual, muntah, mulut kering, diare, anemia hemolitik, leukopenia, agranulositosis dan trombositopenia.<\/li>\n<li>Chlorpeniramin maleat (CTM)<br \/>\nEfek samping : Sedasi, gangguan saluran cerna, efek anti muskarinik, hipotensi, kelemahan otot, tinitus, euphoria, nyeri kepala, stimulasi SSP, reaksi alergi dankelainan darah.<\/li>\n<li>Parasetamol<br \/>\nEfek samping : Jarang, kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut dan kerusakan hati setelah over dosis.<\/li>\n<li>Diclofenac sodium<br \/>\nEfek samping :<\/p>\n<ul>\n<li>Gangguan terhadap lambung, sakit kepala, gugup, kulit kemerahan, bengkak, depresi, ngantuk tapi tidak bias tidur, pandangan kabur, gangguan mata, tinitus, pruritus.<\/li>\n<li>Untuk hipersensitif : menimbulkan gangguan ginjal, gangguan darah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Sildenafil Sitrat<br \/>\nEfek samping : Dyspepsia, sakit kepala, flushing, pusing, gangguan penglihatan, kongesti hidung, priapisme dan jantung.<\/li>\n<li>Sibutramin Hidroklorida<br \/>\nEfek samping: Dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta sulit tidur.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Obat tradisonal dengan klaim kealamiannya sudah barang tentu tak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Namun, hingga saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya dicampuri bahan kimia obat BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1520,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-1513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia-farmasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Obat tradisonal dengan klaim kealamiannya sudah barang tentu tak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Namun, hingga saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya dicampuri bahan kimia obat BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-05T18:48:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-05-26T08:22:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1666\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1111\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Prodi Farmasi UII\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Prodi Farmasi UII\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/\",\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/\",\"name\":\"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png\",\"datePublished\":\"2018-04-05T18:48:43+00:00\",\"dateModified\":\"2018-05-26T08:22:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png\",\"width\":1666,\"height\":1111},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/\",\"name\":\"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\",\"description\":\"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e\",\"name\":\"Prodi Farmasi UII\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Prodi Farmasi UII\"},\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/author\/apoteker\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","og_description":"Obat tradisonal dengan klaim kealamiannya sudah barang tentu tak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Namun, hingga saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya dicampuri bahan kimia obat BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/","og_site_name":"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","article_published_time":"2018-04-05T18:48:43+00:00","article_modified_time":"2018-05-26T08:22:49+00:00","og_image":[{"width":1666,"height":1111,"url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png","type":"image\/png"}],"author":"Prodi Farmasi UII","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Prodi Farmasi UII","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/","url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/","name":"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png","datePublished":"2018-04-05T18:48:43+00:00","dateModified":"2018-05-26T08:22:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png","contentUrl":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/5.png","width":1666,"height":1111},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/04\/05\/bahan-kimia-obat-dalam-obat-tradisional-dan-efek-sampingnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional dan Efek Sampingnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website","url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/","name":"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","description":"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e","name":"Prodi Farmasi UII","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Prodi Farmasi UII"},"url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/author\/apoteker\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1513"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1546,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions\/1546"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}