{"id":1282,"date":"2018-01-25T01:27:00","date_gmt":"2018-01-25T01:27:00","guid":{"rendered":"http:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/?p=1282"},"modified":"2018-05-25T17:45:39","modified_gmt":"2018-05-25T17:45:39","slug":"dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/","title":{"rendered":"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: right;\">\n<p>Mbak Yanti sudah terlihat dari ujung jalan. Parasnya sudah tidak begitu lelah sore ini. Selendang panjang mengikat bakul berisi botol jamu yang digendongnya. Senyumnya mengembang.<\/p>\n<p>Dari jauh dia melambai, &#8220;Jamu, Mbak Ratni&#8230; tinggal dikit, nih!&#8221;, Nah, tahulah kita sekarang bahwa dagangannya sudah ludes terjual.<\/p>\n<p>&#8220;Iya, Mbak. Yang biasanya masih ada?&#8221; Ujar Apoteker yang baru bertugas tiga bulan di tempat barunya ini.<\/p>\n<p>Penjual jamu gendong itu tak banyak kata, dalam sekejap dia sudah menyuguhkan jamu racikannya.<\/p>\n<p>Hidangan segelas jamu kemudian bergeser pada obrolan mengenai banyak hal. Dari harga sayur di pasar, tetangga yang baru saja meninggal dunia, sampai masalah Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis tak luput dari santapan bibir kedua orang ini.<\/p>\n<p>Sekilas kita bisa menimbang, bahwa kedua wanita ini memiliki profesi yang serupa tapi tak sama. Mbak Ratni adalah seorang profesional di bidang farmasi. Keahliannya meracik obat diperolehnya melalui gelar kesarjanaan dengan pendidikan formal dan sertifikasi yang memadai. Sedangkan Mbak Yanti demikian <em>gayeng<\/em> dengan profesinya meracik ramuan dari tanaman obat itu akibat keakrabannya dengan dunia jamu secara turun-temurun di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1285\" src=\"http:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Portrait_of_Hippocrates_from_Linden_Magni_Hippocratis...1665_Wellcome_L0014825-185x300.jpg\" alt=\"\" width=\"185\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Portrait_of_Hippocrates_from_Linden_Magni_Hippocratis...1665_Wellcome_L0014825-185x300.jpg 185w, https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Portrait_of_Hippocrates_from_Linden_Magni_Hippocratis...1665_Wellcome_L0014825-768x1243.jpg 768w, https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Portrait_of_Hippocrates_from_Linden_Magni_Hippocratis...1665_Wellcome_L0014825-633x1024.jpg 633w\" sizes=\"auto, (max-width: 185px) 100vw, 185px\" \/><\/p>\n<p>Di dalam sejarah, obat yang pertama kali dibuat adalah obat yang berasal dari tanaman sebagaimana yang dilakukan oleh Mbak Yanti dan para peracik minuman tradisional (jamu). Obat-obat nabati ini digunakan sebagai rebusan atau ekstrak dengan aktivitas yang seringkali berbeda-beda tergantung dari asal tanaman dan cara pembuatannya.<\/p>\n<p>Peran kedekatan manusia dengan alam sekitar, khususnya tumbuh-tumbuhan dan unsur-unsur alamiah ini dikemudian hari menghasilkan ahli-ahli botani yang juga ahli dalam menyembuhkan penyakit. Tercatat pada jaman dahulu di Yunani bahwa seorang Hippocrates (459-370 SM) harus benar-benar mengenal aneka tumbuhan dengan baik sebelum dikemudian hari disandangkan gelar \u201cbapak kedokteran\u201d oleh para ilmuwan. Praktek pengobatannya yang menggunakan lebih dari 200 jenis tumbuhan ini jelas menuntut pemahaman, penemuan, dan uji-coba klinis yang mendalam sepanjang pengalaman hidupnya pada jaman itu.<\/p>\n<p>Lantas sekarang bagaimana perkembangan farmasi yang dekat dengan ilmu biologi di negeri tempat Mbak Yanti dan Mbak Ratni berasal, tinggal, dan berkarya ini? Setidaknya kita bisa melihat peluang yang besar dengan pesatnya perkembangan obat herbal di Indonesia. Semakin besar jumlah industri jamu atau obat tradisional dan produk herbal lainnya, maka mutlak diperlukan obat herbal terstandar. Dengan kata lain, Indonesia membutuhkan penelitian-penelitian yang berkualitas dalam berbagai bidang terkait keberadaan jamu dan segala khasiatnya bagi manusia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1286\" src=\"http:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca-300x200.jpg 300w, https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca-768x511.jpg 768w, https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg 857w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Saat ini dapat kita amati arah kebijakan pemerintah yang menjadikan jamu masuk dalam koridor keilmuan. Hal ini malah mempertegas perlunya segala upaya yang bersifat keilmuan. Bukankah obat herbal itu nantinya digunakan secara luas oleh masyarakat?<\/p>\n<p>Mbak Yanti tiba-tiba berdiri, \u201cSaya pulang dulu, ya Mbak&#8230;\u201d, Seorang pengendara motor berhenti tepat di depan mereka.<\/p>\n<p>\u201cIbu Yanti?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBenar!\u201d Balasnya, \u201cSaya duluan, ya Mbak. Ojek onlennya sudah dateng.\u201d<\/p>\n<p>Mbak Ratni tersenyum puas, \u201cIya, hati-hati, ya Mbak.\u201d Kali ini senyumnya merona. Bukan lantaran karena memandang abang ojek yang menjemput Mbak Yanti, tapi karena efek laten dari racikan jamu langgannya itu. Ternyata jamu bukan saja bermanfaat untuk pengobatan, beberapa jenis jamu juga bermanfaat bagi kecantikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mbak Yanti sudah terlihat dari ujung jalan. Parasnya sudah tidak begitu lelah sore ini. Selendang panjang mengikat bakul berisi botol jamu yang digendongnya. Senyumnya mengembang. Dari jauh dia melambai, &#8220;Jamu, Mbak Ratni&#8230; tinggal dikit, nih!&#8221;, Nah, tahulah kita sekarang bahwa dagangannya sudah ludes terjual. &#8220;Iya, Mbak. Yang biasanya masih ada?&#8221; Ujar Apoteker yang baru bertugas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1286,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[57,63,62,58,65],"class_list":["post-1282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liputan-khusus","tag-obat-obatan","tag-pendidikan","tag-profesi","tag-racun","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mbak Yanti sudah terlihat dari ujung jalan. Parasnya sudah tidak begitu lelah sore ini. Selendang panjang mengikat bakul berisi botol jamu yang digendongnya. Senyumnya mengembang. Dari jauh dia melambai, &#8220;Jamu, Mbak Ratni&#8230; tinggal dikit, nih!&#8221;, Nah, tahulah kita sekarang bahwa dagangannya sudah ludes terjual. &#8220;Iya, Mbak. Yang biasanya masih ada?&#8221; Ujar Apoteker yang baru bertugas [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-25T01:27:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-05-25T17:45:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"857\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"570\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Prodi Farmasi UII\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Prodi Farmasi UII\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/\",\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/\",\"name\":\"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-25T01:27:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-05-25T17:45:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg\",\"width\":857,\"height\":570},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/\",\"name\":\"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\",\"description\":\"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e\",\"name\":\"Prodi Farmasi UII\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Prodi Farmasi UII\"},\"url\":\"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/author\/apoteker\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","og_description":"Mbak Yanti sudah terlihat dari ujung jalan. Parasnya sudah tidak begitu lelah sore ini. Selendang panjang mengikat bakul berisi botol jamu yang digendongnya. Senyumnya mengembang. Dari jauh dia melambai, &#8220;Jamu, Mbak Ratni&#8230; tinggal dikit, nih!&#8221;, Nah, tahulah kita sekarang bahwa dagangannya sudah ludes terjual. &#8220;Iya, Mbak. Yang biasanya masih ada?&#8221; Ujar Apoteker yang baru bertugas [&hellip;]","og_url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/","og_site_name":"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","article_published_time":"2018-01-25T01:27:00+00:00","article_modified_time":"2018-05-25T17:45:39+00:00","og_image":[{"width":857,"height":570,"url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Prodi Farmasi UII","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Prodi Farmasi UII","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/","url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/","name":"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul - Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg","datePublished":"2018-01-25T01:27:00+00:00","dateModified":"2018-05-25T17:45:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#primaryimage","url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg","contentUrl":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Penjual_jamu_gendong_biasanya_membawa_jamu-jamu_racikannya_di_dalam_botol_kaca.jpg","width":857,"height":570},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/2018\/01\/25\/dari-hippocrates-sampai-mbak-jamu-gendong-di-bantul\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Hippocrates Sampai Mbah Jamu Gendong Di Bantul"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#website","url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/","name":"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","description":"Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/f112ba77c991d87ebc4ab174a0575c1e","name":"Prodi Farmasi UII","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6e75c27a0bd20707a0ddf3483028eb40718a2e5696128980046f17933e9a17cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Prodi Farmasi UII"},"url":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/author\/apoteker\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1282"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1354,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1282\/revisions\/1354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pharmacy.uii.ac.id\/sarjana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}